Muhadjir Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Ngawi

75

NGAWI – Bencana banjir yang terjadi setiap tahun di wilayah Kwadungan dan sekitarnya tidak bisa disikapi secara pasif saja. Apalagi, sejumlah fasilitas pendidikan juga terkena dampaknya. ‘’Harus ada upaya untuk mengatasi,’’ kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat mengunjungi SMPN 1 Kwadungan, salah satu sekolah terdampak banjir di Ngawi, kemarin (12/3).

Meski begitu, kata Muhadjir, harus dicari dulu faktor penyebab kebanjiran. Jika disebabkan buruknya sistem drainase, maka perlu segera diperbaiki. ‘’Kalau misal lantainya kurang tinggi ya nanti ditinggikan,’’ kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Pihaknya juga berjanji bakal mengupayakan bantuan revitalisasi sekolah, terutama yang setiap tahun langganan terdampak banjir, memiliki gedung dua lantai. ‘’Jadi, jika terjadi banjir, barang maupun dokumen penting terselamatkan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, Kemendikbud tengah menyiapkan kurikulum kebencanaan untuk sekolah-sekolah. Berupa kegiatan yang berkaitan dengan mitigasi bencana. ‘’Kami sudah kerja sama dengan Unicef maupun BNPB untuk menyusun bahan-bahan kurikulumnya,’’ imbuh mendikbud.

Muhadjir menyebut, penerapan kurikulum itu di setiap daerah kelak berbeda-beda. Menyesuaikan jenis kebencanaan yang kerap terjadi di setiap daerah. ‘’Kalau Ngawi ya berkaitan dengan bencana banjir. Fokusnya adalah memberikan bekal keterampilan kepada siswa bagaimana mengatasi jika setiap saat terjadi banjir,’’ jelasnya.

Kunjungan Muhadjir ke SMPN 1 Kwadungan kemarin terbilang singkat. Begitu tiba di lokasi dia langsung melihat kondisi beberapa titik di sekolah tersebut. Pun, kehadiran menteri asal Kabupaten Madiun itu disambut antusias ratusan siswa setempat. Tidak sedikit yang mengajaknya foto bareng. Setengah jam berselang, mendikbud meninggalkan Ngawi untuk menuju Solo, Jawa Tengah.

Imbauan mendikbud terkait solusi menekan dampak banjir direspons positif Bupati Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono. Pun dia meminta kepala dinas pendidikan (kadindik) setempat segera melakukan evaluasi. Terutama mengenai data dan kebutuhan sekolah yang terdampak langsung bencana banjir pekan lalu. ‘’Kami ingin semuanya segera pulih kembali. Apakah itu kondisi fisik sekolahnya, sarana dan prasarananya, maupun semangat siswanya,’’ ungkapnya.

Kanang menambahkan, pihaknya bakal mendata kerusakan di beberapa sekolah terdampak. Data tersebut kelak dilaporkan ke kementerian. ‘’Mulai PAUD sampai SMA akan kami data dan laporkan ke menteri,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here