Mu-Is Kembalikan Mandat Rakyat Kabupaten Madiun

94

MADIUN – Kirab Jengkar Kedaton menjadi momen tak terlupakan bagi Bupati Madiun Muhtarom dan Wabup Iswanto (Mu-Is). Simbolisasi pelepasan jabatan kepala daerah kemarin (2/8) merupakan kali pertamanya digelar. ‘’Ini spontan usulannya teman-teman OPD (organisasi perangkat daerah, Red),’’ kata Muhtarom.

Kirab Jengkar Kedaton merupakan simbol memulangkan Mu-Is setelah 10 tahun memimpin kabupaten ini. Pendapa Muda Graha dipilih lantaran sebagai tempat kedinasan awal keduanya. Kemudian bersama-sama mencurahkan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk membangun Kabupaten Madiun. Kegiatan kirab yang menempuh jarak lebih dari lima kilometer tersebut melibatkan sedikitnya 30 kereta kuda dan pentas kesenian lokal. ‘’Tradisi budaya seperti ini patut dilestarikan,’’ ujarnya.

Rangkaian kirab berlangsung selama empat jam mulai pukul 13.30. Diawali penyerahan potongan tumpeng dari Mbah Tarom kepada Wakil Ketua DPRD Madiun Hari Puryadi. Dilanjutkan penyerahan panji Pemkab Madiun (pataka) kepada Sekda Tontro Pahlawanto. Bupati yang purnatugas hari ini (3/8) itu juga menyerahkan keris pusaka Kiai Kolo Gemarang ke wakil dewan. 

Rentetan prosesi itu menegaskan bahwa mandat rakyat telah diselesaikan dan dikembalikan lagi ke rakyat. Lalu, sejumlah perwakilan umum dan protokol secara bergantian sungkem ke Muhtarom. Dalam kesempatan itu salah seorang staf OPD terlihat menyapu air matanya. Prosesi pelepasan dari pendapa ke kediaman Mbah Tarom itu diiringi tetabuhan rebana dan tarian dongkrek.

Iswanto pun mengaku terharu dengan kirab jengkar kedaton tersebut. Sebab, kegiatan itu terselenggara tanpa ada pengondisian dari pihaknya. Baginya, ide itu sebagai bentuk penghormatan dari anak buah ke atasan. Artinya, di mata jajaran OPD, kepemimpinan yang dilakukannya bersama Muhtarom selama ini dipandang memuaskan. Dia pun berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan setiap kali ada pergantian kepemimpinan. ‘’Ini momen penting dan bisa diagendakan kembali di masa mendatang,’’ tegasnya.

Dari Pendapa Muda Graha, iring-iringan kirab dengan puluhan kereta kuda itu melewati ruas Jalan Cokroaminoto, Soekarno Hatta, hingga Jalan Raya Dolopo–Ponorogo. Mu-Is pun melambaikan tangan ke warga yang telah menanti di sepanjang ruas jalan tersebut. Iring-iringan kereta kuda tiba di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, sekitar pukul 17.30. (cor/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here