MTs Dinul Islam Kehilangan Sosok Disiplin

143

PACITAN – Kabut duka menyelimuti MTs Dinul Islam Dersono, Pringkuku, Pacitan. Menyusul kepala madrasah setempat Jaka Suharjana, 44, yang tewas terperosok luweng (gua vertikal) Gunung Macan tak jauh dari rumahnya. Warga Dusun Sempon, Watukarung, Pringkuku, itu terjatuh saat berburu belalang, Selasa malam (19/3). ‘’Kami amat kehilangan,’’ kata Sarwoko, salah seorang pendidik MTs Dinul Islam.

Kepergian mendadak untuk selama-lamanya pria yang juga sahabat karibnya itu sungguh memilukan bagi Sarwoko. Siang sebelum tragedi  itu, Jaka sempat mengeluh sangat ngantuk selepas jadi imam salat Duhur di masjid madrasah. Meski diminta istirahat, Jaka tetap memilih melanjutkan mengajar bahasa Indonesia muridnya. ‘’Seperti firasat,’’ ujar Sarwoko sembari menyebut almarhum masih mengajar kelas VIII.

Kejadian nahas tersebut, lanjut Sarwoko, tak hanya membuat rekan sesama pendidik kehilangan. Pun para peserta didik turut merasakan hal serupa. Bahkan, kejadiannya berbarengan dengan ujian madrasah berbasis komputer siswa kelas IX. Sehingga berita duka tersebut sempat membuat para siswa syok. ‘’Siswa kelas VII dan VIII langsung kami liburkan dan kami ajak takziah ke rumah duka,’’ tuturnya sembari menyebut tak sedikit alumni yang juga takziah.

Di mata Sarwoko, Jaka tergolong pribadi yang tegas. Tak hanya dari segi kepemimpinannya selama empat tahun di MTs Dinul Islam. Namun, juga dalam menanamkan sikap disiplin pada muridnya. Tak hanya dari seragam dan kerapian. Pria dua anak itu juga getol memperhatikan kegiatan agama para siswanya. Tak terkecuali jelang salat Duhur berjamaah dan sunah di madrasah. ‘’Sering sekali beliau yang jadi imam dan mengajak siswa salat,’’ ungkapnya

Menurut dia, berburu belalang memang lazim dilakukan warga Watukarung. Apalagi hampir setiap tahun warga setempat mencari insekta itu untuk dikonsumsi. Tak melulu kebutuhan ekonomi, berburu belalang juga jadi sarana refreshing. ‘’Berburu belalang itu punya keasyikan sendiri, mungkin itu yang dirasakan Pak Jaka,’’ imbuh guru PAI itu.

Kemarin, madrasah tersebut tampak lengang dari kegiatan belajar-mengajar (KBM). Siswa kelas IX yang mengikuti ujian sekolah berbasis komputar menumpang di sekolah lain. Sedangkan siswa kelas VII dan VIII masuk sebentar untuk menggelar istighotsah bersama. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here