Mom Entertainment Sebut Grace-Tika Meninggal karena Sakit

303

MEJAYAN – Manajeman Mom Entertainment angkat bicara ihwal dua pemandu lagu (PL)-nya yang meregang nyawa. Tempat hiburan malam (THM) itu juga memastikan bahwa Grace dan Tika tewas bukan karena overdosis minuman keras (miras) jenis bir. Aktivitas melayani tamu berdendang dengan menenggak minuman alkohol (minol) kala melayani tamu diklaim tidak ada sangkut pautnya dengan sebab kematian. ‘’Keduanya meninggal karena sakit,’’ kata kuasa hukum Mom Entertainment Wawan Sugiarto kemarin (27/12).

Wawan tidak menampik aktivitas nge-room Grace dan Tika dengan tamu luar Kabupaten Madiun, Senin pekan lalu (17/12). Namun, kegiatannya terbilang normal layaknya di THM lain. Minuman di meja hanya bir hitam dan putih dengan kudapan sebagai penyertanya. Nihil minol produk luar negeri seperti isu yang merebak belakangan ini. Tidak ada kejadian apa-apa setelah aktivitas berdendang berakhir pukul 23.30. ‘’Mereka semua pulang ke tempat tujuan masing-masing dan keesokannya (Selasa, Red) beraktivitas biasa,’’ terangnya.

Grace pulang ke tempat kos di Nganjuk dengan menyetir mobil sendiri. Selasa pagi hingga siang masih jalan-jalan hingga perawatan di salon. Baru setelah malamnya mengeluh tidak enak badan dan dilarikan ke RSI Aisyiyah. Rabu pagi (19/12) dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di instalasi gawat darurat (IGD). Sama halnya dengan Tika yang usai nge-room sempat keluar dengan pacarnya. Baru besoknya izin tidak bekerja karena kurang enak badan. Kemudian meninggal setelah dirawat di RSUD Caruban pada Rabu dini hari. ‘’Kronologinya seperti itu. Jadi, tidak ada kejadian sekarat dan muntah-muntah setelah nge-room,’’ tegas Wawan.

Dia menegaskan Grace dan Tika meninggal karena penyakit. Tika punya riwayat kesehatan buruk hasil tes laboratorium kala dirawat di RSUD Caruban. Sedangkan Grace menderita hipertensi dengan tensi kali terakhir diketahui 180/90. Catatan hasil pengecekan sampel darah keduanya pun menunjukkan tidak ada kandungan alkohol. ‘’Keterangan keluarga dan teman-temannya juga menyampaikan adanya masalah gangguan kesehatan sebelum meninggal dunia,’’ sambung Wawan.

Wawan paham bila publik memandang ada kejanggalan. Grace dan Tika meninggal di waktu hampir bersamaan setelah melayani tamu di room yang sama. Baginya, peristiwa itu murni sebuah ketidaksengajaan. ‘’Mungkin sudah takdir Tuhan,’’ tandasnya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here