Modus Baru, Maling Pura-Pura Pinjam Motor

94
BERKALI-KALI BERAKSI: Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani memamerkan tersangka penipuan. Modusnya pinjam motor.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lagi dan lagi. Aksi pencurian motor dengan modus operandi meminjam motor kembali terjadi. Bahkan korbannya masih berusia 12 tahun. Entah jurus apa yang digunakan pelaku hingga korbannya dengan mudah menyerahkan sepeda motor miliknya.

AS, 28, pelaku asal Magetan, ketiga kalinya melakukan aksi tipu-tipu tersebut. Dua kali aksinya dilakukan di tanah kelahirannya di Magetan dan tidak terendus polisi. Terakhir, AS membawa kabur motor Yamaha Vega R nopol AE 6185 BB milik RR, 12, asli Kabupaten Madiun. ’’Alasannya meminjam motor, sebelumnya tidak saling kenal,’’ kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani.

Kejadian itu terjadi sekitar sebulan lalu pada Jumat (28/6) pukul 18.30 di Taman Pujasera, Lapangan Jiwan, Kabupaten Madiun. Ketika itu RR sedang membeli bensin eceran di sekitar lokasi. Usai membeli bensin, korban didekati tersangka. ‘’Di situlah tersangka mulai beraksi,’’ ujarnya.

AS meminjam motor korban hendak dipakai membeli pulsa. Awalnya korban sempat tidak percaya dan tidak menyerahkan motor. Bahkan, korban sempat menawarkan untuk mengantar tersangka ke konter pulsa. ‘’Tapi, tersangka tidak mau diantar, dan terus membujuk korban,’’ tutur Ida.

Mendapat penolakan, tersangka kemudian membawa kabur motor tersebut. Pun, tanpa perlawanan, korban menyerahkan begitu saja motornya. Usai ditunggu hingga malam, tersangka tidak kunjung kembali. ’’Ternyata dibawa kabur,’’ ungkap Ida.

Sebulan lamanya motor korban dibawa kabur tersangka. Orang tua korban kemudian melacaknya ke media sosial terutama di grup jual beli sepeda motor bekas. Pun meminta tolong beberapa temannya untuk mencari. ‘’Belum dilaporkan ketika itu,’’ katanya.

Rupanya tersangka menjual barang curian itu melalui media sosial. Hal itu diketahui teman orang tuanya. Kemudian dia janjian dengan tersangka untuk melihat motor dengan alasan berminat membeli. Setelah bertemu, dia menceritakan bahwa temannya kehilangan motor dan persis seperti motor yang dibawa tersangka. ‘’Terkejut, tersangka kemudian lari,’’ terang Ida.

Mendengar cerita itu dari si pembeli, tersangka terkejut bukan kepalang. Dia bergegas melarikan diri dan memilih meninggalkan motor di tempat. Si pembeli langsung menghubungi pemilik motor. ‘’Kemudian dihubungi pemilik motor, dicocokkan surat-suratnya, sama,’’ sebut Ida.

Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Tersangka berhasil dibekuk di sekitaran Taman Caruban, Mejayan, Kabupaten Madiun.  Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman penjara paling lama empat tahun. ‘’Pasal yang diterapkan 378 KUHP tentang penipuan,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here