Madiun

MOBIL HANGUS DIBAKAR PEMUDA MISTERIUS

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Mulyono terkesiap dari tidurnya saat mendengar alarm mobil miliknya meraung-raung sekitar pukul 00.30, Jumat (15/11). Ia yang terbangun bersama lima penghuni rumah Jalan Sriti, 3, Kincang Wetan, Jiwan, Madiun itu spontan bergegas mengecek.

Kakek 65 tahun itu terkejut bukan kepalang melihat kobaran api menjilati Toyota Avanza putih L 1681 TK miliknya. Tanpa pikir panjang, dia bergegas mengambil ember berisikan air untuk memadamkan api. Warga setempat pun semburat memenuhi lokasi dan membantu pemadaman. ‘’Waktu kejadian, satu rumah tidur semua. Termasuk saya,’’ kata Mulyono.

Beruntung api tidak merambat ke tangki di bagian belakang mobil. Setengah jam berselang, api berhasil dipadamkan. Seorang warga setempat sempat mengetahui seorang pemuda mondar-mandir di sekitar lokasi, sesaat sebelum kejadian. Warga lain yang tengah mengecek sawah juga mengetahui sosok pemuda itu tengah berlari kecil terburu-buru. ‘’Tidak kenal siapa dia. Keluarga dan lingkungan sini tidak ada yang mengenalnya,’’ lanjutnya.

Kurang dari satu jam setelah kejadian, Satreksrim Polres Madiun Kota dibantu warga setempat berhasil mengamankan pelaku. Pemuda yang sempat lari menuju arah utara (Jalan Panglima Sudirman) itu tertangkap sekitar 700 meter dari lokasi kejadian. Tersangka berinisial WS dan berusia 24 tahun,’’ ungkap Wakapolres Madiun Kota Kompol Ali Rahmat.

Saat diinterogasi, pemuda asal Desa Sri Mulya Jaya, Seputih Surabaya, Lampung Tengah itu sempat mengelak. Namun akhirnya mengakui perbuatannya. ‘’Dia beraksi seorang diri,’’ tegasnya.

Tak banyak yang terselamatkan dari rangka mobil yang dibakar pagi buta, itu. Kerusakannya cukup parah. Bemper bawah sebelah kanan habis terbakar. Kaca depan bagian bawah juga retak dan terdapat bekas bakaran hingga ke spion kanan. Sebagian bodinya pun mengelupas akibat ditempa panas. ‘’Kerugiannya sekitar Rp 140 juta,’’ tuturnya.

Mobil itu kini diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga mendapati botol bekas air mineral 1,5 literan untuk tempat bahan bakar minyak (BBM), korek api warna hijau, dan sapu lantai yang tertinggal di lokasi kejadian. ‘’Pelaku bukan spesialis pembakar mobil. Ada sedikit kesulitan saat menginterogasi,’’ lanjutnya.

Saat menjalankan aksinya pelaku cukup diuntungkan lantaran rumah Mulyono tidak dikelilingi pagar. Mobil putih itu terparkir di halaman. Siapapun bisa keluar masuk tanpa ketahuan. (kid/fin)

Masih Tanda Tanya, Bukan Aksi Pertama

WS menunjukkan gelagat tak wajar saat diinterogasi. Meski sempat kesulitan mengorek informasi, pemuda 24 tahun ini pernah melakukan kejahatan serupa. Pertengahan tahun lalu, WS membakar kendaraan milik keluarga di rumahnya. Pun, pemuda asal Sri Mulya Jaya, Seputih Surabaya, Lampung Tengah ini lancar saat memperagakan aksi kejahatannya yang langsung direka ulang, Jumat (15/11).

Reka ulang memeragakan enam adegan. Adegan pertama diawali saat pelaku membeli pertamax di salah satu kios jauh dari rumah korban. Di situlah, WS membeli satu liter bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax berwadah botol bekas air mineral. ‘’Pelaku sendiri dan jalan kaki,’’ ungkap Wakapolres Madiun Kota Kompol Ali Rahmat.

Adegan kedua, pelaku tiba di depan rumah Mulyono dan mendapati mobil korban terparkir di halaman rumah. Dalam adegan itu, pelaku juga memeragakan saat mengambil sapu lantai yang tersandar di pagar rumah milik tetangga korban. ‘’Jadi ini pendatang atau seperti apa, masih kami dalami,’’ ungkapnya.

Adegan ketiga, pelaku yang memegang bensin dan sapu berjalan menuju mobil. Selanjutnya pelaku menyiramkan bensin ke mobil. Dimulai dari bodi mobil sebelah kiri bagian depan berjalan ke belakang dan memutar hingga di bodi depan bagian kanan. ‘’Bawa kain juga,’’ tegasnya.

Adegan keempat, pelaku menjatuhkan botol berisikan pertamax di dekat pintu depan sebelah kanan. Selanjutnya, masuk ke adegan kelima pelaku berjalan dan berhenti di pintu masuk halaman rumah. Di situ, pelaku melilit gagang sapu menggunakan kain. Adegan inti, pelaku menyalakan korek dan menyulutkan ke kain yang telah dililitkan di gagang sapu lantai. Pelaku berjalan sambil melempar sapu lantai itu ke bagian belakang sebelah kanan bodi mobil. ‘’Seketika api membesar dan merembet ke seluruh bagian mobil yang terbungkus cover itu.’’

Selanjutnya, pelaku lari meninggalkan lokasi. Saat reka ulang, pelaku cukup kesulitan. Selain jalannya tidak tegak, tangan pelaku dibekuk seperti memiliki fisik tidak normal. ‘’Apakah labil atau mengalami gangguan kejiwaan, perlu kami selidiki lebih lanjut,’’ ucapnya. (kid/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close