Magetan

Mobil Damkar Tua Menunggu Pensiun

MAGETAN – Satu dari enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) sudah uzur. Kendaraan itu produksi tahun 1983. ’’Masih berfungsi, tapi harus hati-hati supaya tidak rewel,’’ kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran Magetan Wawang Antarikso.

Damkar uzur itu ikut memengaruhi performa personelnya. Jika dipaksa bekerja keras, armada tersebut bisa langsung rusak. Sehingga, kecepatan penanganan kebakaran menjadi sedikit tersendat. Untungnya, masih ada lima armada lagi. Dua di antaranya  berfungsi sebagai penyemprot dan tiga lainnya sebagai tangki. ‘’Kalau yang kebakaran daerah Maospati, ya kami kerepotan. Mobil tua, kalau digas pol, tidak bisa,’’ ujarnya.

Agar mesin uzur itu tetap bisa digunakan, Wawang sangat mengandalkan mekaniknya. Pertengahan tahun lalu, dia mengajukan penambahan dua mekanik. Sehingga, biarpun armadanya sudah berumur 36 tahun tetap bisa diajak menaklukkan si jago merah. Kendati masih berfungsi, namun itu pasti tidak bisa selamanya. Secepatnya harus ada pengadaan. ’’Saat ini, jika ada kerusakan tinggal pandai-pandainya mekanik untuk mengakalinya supaya bisa digunakan lagi,’’ terangnya.

Namun, untuk membeli armada baru tentunya tidak bisa sembarangan. Sebab, keuangan pemkab Magetan harus dibagi-bagi dengan kebutuhan yang lebih urgen lainnya. Sehingga, dia mengalah. Alhasil, dia hanya mendapatkan tangki portabel tahun lalu. Sehingga, semua tangki yang dimiliki satpol PP dan damkar bisa difungsikan sebagai penyemprot. Itu untuk menunjang tiga penyemprot yang dimiliki. ‘’Kreativitas kami maksimalkan, karena keterbatasan anggaran ini,’’ paparnya.

Kendati menghadapi sedikit masalah pada armada, namun Wawang tetap berupaya agar kinerjanya tetap maksimal. Toh, selama ini semua kebakaran yang terjadi di Magetan tetap bisa ditangani. Dia berharap tren positif itu tetap terjadi. Meski beberapa tahun terakhir usulan pengadaan penambahan armada baru masih belum diamini Pemkab Magetan. ’’Tetap bekerja, maksimalkan alat yang ada,’’ tegasnya.

Namun, permasalahan lain mulai menemui titik terang. Yakni, masalah kekurangan personel yang selama ini dihadapi UPTD Pemadam Kebakaran. Awal tahun ini, rekrutmen tenaga khusus pemadam kebakaran sudah dilaksanakan. Mereka bakal dikontrak hingga akhir tahun mendatang. Namun, sebelum memulai bekerja, mereka bakal menjalani masa pelatihan hingga tiga bulan lamanya. ‘’Karena ini alatnya pemerintah. Orang awam tidak ada yang bisa,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close