Miris, Tiga Pelajar Nekat Bobol Toko

492

PACITAN – Ada-ada saja kelakuan anak zaman now. Diduga untuk bersenang-senang, tiga remaja asal Tegalombo nekat mencuri barang-barang elektronik di pasar. Tak hanya satu, tiga remaja itu bahkan membobol dua toko sekaligus. Ketiganya, SFM, 15, warga Desa Tegalombo; RI, 16, warga Pucangombo; serta RDR, 16, warga Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo. “Kejadian berlangsung malam hari, saat toko sudah tutup dan tidak dijaga,” kata Kasubag Humas Polres Pacitan AKP Djamin.

Menurut Djamin, aksi pencurian yang dilakukan di Pasar Tegalombo itu dilakukan 9 September lalu. Para pelaku nekat masuk dengan cara menjebol atap toko. Pertama, ketiga pelaku datang ke toko kelontong milik Sumiyati, warga Dusun Bari, Desa/Kecamatan Tegalombo. Toko kelontong yang berada di Dusun Krajan, Desa Tegalombo, itu dimasuki pelaku dengan cara membuka dua genting bagian atap. SFM dan RI lalu masuk ke dalam toko. “Sementara RDR perannya hanya membantu,” ujar Djamin.

Dari toko milik Sumiyati, ketiganya berhasil menggasak satu buah toples berisi uang logam, satu unit handphone Axio, serta satu unit handphone merek Vivo. Kejadian itu baru diketahui pemilik esok paginya setelah membuka toko sekitar pukul 08.00. Pun, tak hanya handphone dan uang. Para pelaku juga menggasak beberapa slof rokok berbagai merek. “Modus operandinya para pelaku naik ke atap untuk masuk,” terangnya.

Tak puas dengan hasil curian di toko milik Sumiyati, ketiganya lantas beralih ke toko elektronik milik Puji Lestari yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi awal. Dari sana pelaku mendapat hasil yang lebih memuaskan. Seperti dua buah speaker aktif miniportabel serta dua buah power bank merek HRY. Serupa dengan kasus Sumiyati, para pelaku masuk dengan cara menjebol atap toko. “Dua kejadian ini dilakukan dalam satu malam, TKP yang berdekatan,” sebutnya.

Mendapati laporan para pemilik toko, berbekal keterangan para saksi, Polsek Tegalombo menangkap ketiga pelaku di kediaman masing-masing. Atas tindakannya, ketiganya bakal dijerat dengan hukuman berbeda. SFM dan RI pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sementara, RDR dijerat pasal 363 sub 56  KUHP lantaran hanya membantu para pelaku. “Ancamannya kurang dari tujuh tahun, tapi tetap lanjut untuk proses hukumnya,” terang Djamin.

Kapolres Pacitan AKBP Setyo K. Heriyatno menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam tindak pencurian. Pun dari ketiganya diketahui rata-rata masih berstatus SD dan SMP. Meski mendapat diversi, namun terkait putusan, hal itu bakal diserahkan sepenuhnya pada hakim. “Dalam hal ini kami sampaikan keprihatinan. Karena dari sekian tindak pidana yang kami ungkap dalam dua minggu terakhir, pelakunya adalah di bawah umur,” ujar Setyo. (mg6/c1/rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here