Miris! Hamili Anak Tiri, Gugurkan, Buang Janin di Saluran Air

606

PONOROGO – Sepandai-pandai menyimpan bangkai pasti tercium juga. Kasus pencabulan ayah pada anak tirinya di Desa Pupus, Ngebel, akhirnya terungkap Sabtu lalu (6/10). Korbannya, PSA, siswi SMP. Pelakunya, MWT. Bahkan, akibat ulah bejat MWT, PSA sampai mengandung dan digugurkan.

Aksi biadab itu tercium ketika DPO, kakek PSA, menemukan janin perempuan di saluran air samping rumahnya. Dia curiga mendapati saluran air pembuangan dari kamar mandinya tersumbat. ‘’Saat memperbaiki saluran air itu dia (DPO, Red) menemukan janin perempuan,’’ kata PNJ, ayah kandung PSA, Senin (8/10).

Temuan janin berusia sekitar lima bulan itu pun dilaporkan ke Polsek Ngebel. Sebelumnya, DPO juga sempat menanyakan temuan janin tersebut kepada PSA. Kecurigaan itu berangkat dari kegelisahan PSA. Karena pada malam sebelum penemuan janin itu PSA dan ayah tirinya tidak tidur.

Beberapa kali DPO memergoki PSA mengganti celana dalam karena pendarahan. Awalnya, PSA tidak mengakui janin perempuan tersebut. Tetapi, setelah didesak, PSA membeber kisah pilunya bahwa dia telah dicabuli ayah tirinya. ‘’Diduga pencabulan itu terjadi sekitar lima bulan lalu,’’ ujar PNJ.

Mengetahui anak tirinya hamil, MWT berupaya menggugurkan janin hasil perbuatan bejatnya. Caranya, PSA dipaksa mengonsumsi ramuan tradisional berupa daun pati emas. Alasannya untuk mengaburkan jejak kehamilan PSA. ‘’Setelah kejadian itu, MWT kabur dari rumah,’’ tuturnya.

PNJ kecewa berat dengan ulah MWT. Sebab, perbuatan pria asal Banyuwangi itu telah merusak masa depan anak perempuan hasil pernikahannya dengan EPL. ‘’Saya dengan ibu PSA sudah bercerai sekitar empat tahun lalu. Sepulang dia (EPL, Red) jadi tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong,’’ ungkapnya.

PSA tampak terpukul saat kedatangan tim Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Ponorogo serta tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri kemarin. Kondisi mentalnya sangat rapuh. Remaja yang selama ini periang itu berubah jadi pendiam. Saat ini korban tinggal bersama EPL di Desa Pupus, Ngebel.

Polisi sengaja memeriksa kondisi psikis korban. PSA menjalani serangkaian observasi psikologis untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat. Sebelumnya, polisi juga telah memeriksakan kondisi fisik PSA. Proses visum et repertum dijalani korban Sabtu lalu (6/10).

Kapolsek Ngebel AKP Warni Kusiran mengatakan kondisi psikis korban memprihatinkan. Tatapannya kosong. Dia lemas. Saat melapor bersama keluarganya, PSA terbata-bata menahan isak tangis. ‘’Perbuatan ayah tirinya membuat korban benar-benar depresi,’’ ujarnya.

Selain observasi psikologis korban, pihaknya juga mengantar tim forensik RS Bhayangkara Kediri melakukan otopsi janin perempuan yang diduga sengaja dibuang PSA. ‘’Proses otopsi dilakukan dengan cara membongkar makam janin itu di tempat pemakaman umum (TPU) dusun setempat,’’ terang Warni. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here