Mejayan

Miras Masih Dijual Bebas

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Peredaran minuman beralkohol (minol) di Kabupaten Madiun sulit dibendung. Masih banyak penjual minol tanpa izin. Mereka mengedarkan secara sembunyi-sembunyi. Kondisi ini jadi akar maraknya peredaran minuman keras (miras) di masyarakat.

Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop-UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi mengatakan bahwa kesadaran masyarakat sangat kurang terkait peredaran dan pengendalian minol. Padahal sudah tegas diatur dalam Perda 5/2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. ‘’Selama ini penjualan miras ilegal masih terjadi,’’ katanya Rabu (2/9).

Mayoritas penjual miras tradisional tidak memiliki izin. Sebab, jenis minuman memabukkan itu tidak jelas bahannya. Kadar alkoholnya pun tidak terukur. Berbahaya bagi yang mengonsumsinya. ‘’Mereka mengedarkan secara luas sehingga sulit dideteksi keberadaannya,’’ papar Agus.

Efektivitas hukuman bagi pelaku peredaran miras juga jadi kendala dalam menghentikan peredarannya. Tindak pidana ringan (tipiring) dinilai kurang memberi efek jera. Sehingga, butuh upaya keras untuk mengendalikannya melalui razia. ‘’Kami akan terus bersinergi dengan satpol PP,’’ ujarnya.

Terpisah, Kabid Penegak Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan mengatakan pihaknya berkomitmen menertibkan para pengedar miras ilegal. ‘’Sudah kami razia, ratusan botol miras juga sudah kami amankan,’’ ungkapnya.

Razia peredaran miras lanjutan juga bakal digelar dalam waktu dekat. Pihaknya mengklaim sudah mengantongi tempat-tempat yang dicurigai sebagai pengedar miras ilegal. Saat ini dilakukan pengawasan dan pengamatan. ‘’Ketika sudah siap semua dan ada perintah atasan, kami lakukan penggerebekan,’’ janjinya. (mg4/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close