Miran dan Menara-Menara Kecil di Tangannya

52
KERAJINAN LIMBAH KACA: Replika Menara Eiffel paling banyak dicari pelanggan.

Menara-menara dunia diduplikasi Miran ke dalam kerajinan limbah kaca. Jelas tidak mudah membuatnya. Selain harus mencari padanan bentuk dengan skala terkecil, juga harus presisi dalam penyusunannya. Salah sedikit, tidak akan menggambarkan apa-apa.

———

DILA RAHMATIKA, Jawa Pos Radar Ponorogo

MONAS, Eiffel, Petronas menghiasi sudut rumah. Berjajar dengan masjid, vas bunga, dan produk miniatur lainnya. Ada beberapa tahapan dalam pembuatan miniatur. Potongan limbah kaca disusun rapi dan direkatkan menggunakan lem khusus. Kemudian dijemur di bawah sinar matahari. ‘’Biar lebih menarik, saya kasih lampu di dalamnya,’’ kata Miran.

Kali pertama Miran bersentuhan dengan limbah kaca pada Agustus 2016. Ide membut kerajinan ini bermula ketika melihat limbah kaca dari rumah tetangganya yang tidak lain adalah pengusaha mebel. Ketika ditanya, tetangga Miran yang berjarak dua rumah ini mengaku kebingungan hendak membuang ke mana limbah kaca tersebut. ‘’Awalnya iseng coba-coba bikin. Setelah lima tahun di Malaysia, saya nganggur,’’ ujarnya.

Setelah menelusuri tayangan di YouTube, Miran jatuh hati dengan miniatur kaca berbentuk Menara Eiffel. Akhirnya, mulai bereksperimen membuat miniatur serupa menara di tepian Sungai Seine, Paris, itu. ‘’Pertama buat setinggi 60 sentimeter. Saya ciptakan rumus sendiri. Mencari skala terkecil dari ukuran Menara Eiffel yang asli,’’ akunya.

Kali pertama membuat tentu tak semudah melihat. Dia pun perlu waktu mempelajari semua dan menerapkan rumusnya. Potongan kaca harus presisi. Tidak boleh lebih dari satu mili. Geser sedikit, bentuknya rusak. Harus cermat dan hati-hati. ‘’Tegaknya menara itu kadang bengkok ke kanan dan ke kiri. Jadi, harus pas,’’ tuturnya.

Setelah berhasil membuat Menara Eiffel ketujuh, lantas dipajang di sudut rumahnya. Tak dinyana, mengundang perhatian temannya yang bertamu. Dari situlah, pesanan mulai berdatangan. Hingga merambah miniatur masjid, vas bunga, hiasan lampu, dan lain sebagainya. ‘’Saya juga pernah bikin menara setinggi 280 sentimeter dari akrilik,’’ paparnya.

Ramainya permintaan dirasakan Miran ketika produknya dipercaya Dinas Perdagangan Jatim mewakili Ponorogo dalam pameran di Batam. Dari situlah Miran mulai banjir pesanan. Dia pun memiliki pelanggan dari Tuban yang khusus memesan miniatur menara-menara dunia untuk hiasan restoran. ‘’Pesanan saya antar sendiri, karena harus hati-hati bawanya,’’ katanya. *** (fin/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here