Mira Kiranasasi, Bangun Kedekatan dengan Karyawan Layaknya Keluarga Sendiri

21
RAMAH: Mira Kiranasasi saat acara family gathering Aston Minggu (14/7).

Aston merupakan satu-satunya hotel bintang empat di Madiun Raya. Siapa sangka, saat ini general manager hotel di bawah bendera Archipelago International itu dijabat seorang perempuan. Dia adalah Mira Kiranasasi. Bagaimana perjalanan karirnya di dunia perhotelan?

—————–

DILA RAHMATIKA, Madiun

DALAM balutan setelan kemeja warna abu-abu, Mira Kiranasasi tersenyum hangat menyapa setiap pegawai Hotel Aston Madiun yang ditemuinya. Tidak lama berselang, salah seorang stafnya menghampiri dan menyodorkan secarik nota untuk ditandatangani. ‘’Jam 15.00 nanti ada meeting internal,’’ kata Mira.

Mira baru sekitar setengah tahun menjabat general manager (GM) Hotel Aston Madiun. Sebelumnya, perempuan kelahiran Jakarta 47 tahun silam itu bekerja di salah satu hotel bintang empat Jogjakarta dengan jabatan terakhir director of sales. ‘’Selain di Jogja dan Madiun, pernah kerja di Semarang, Solo, dan Bandung,’’ terangnya.

Sebelum mengawali tugasnya sebagai GM, perempuan yang mengawali karirnya sebagai management trainee sebuah hotel di Semarang itu melakukan persiapan selama satu bulan. Termasuk riset dan eksplorasi destinasi wisata sampai jajanan khas Madiun Raya. ‘’Bisa dikenalkan kepada tamu hotel yang datang,’’ ujarnya.

Kehadiran GM perempuan memberikan warna tersendiri dalam sejumlah momen di lingkungan Hotel Aston Madiun. Saat Hari Kartini April lalu, misalnya, Aston menggelar parade 1.000 cup cake dengan 21 warna. ‘’Itu yang pertama di Madiun,’’ sebutnya.

Mira memang terbilang kreatif. Hal itu tidak terlepas dari kejeliannya mencermati sesuatu yang sedang ngetren di masyarakat. Baik dari media sosial maupun ide yang didapat ketika berlibur ke Jogjakarta. ‘’Ada beberapa yang bisa di-apply dari Jogja di kota ini. Jogja identik bakpia dan gudek, Madiun dikenal dengan bludernya,’’ urainya.

Mira sengaja membangun kedekatan dengan karyawan layaknya keluarga sendiri.  Itu juga dibuktikannya saat perayaan HUT ke-5 Aston pada Juni lalu. Kala itu digelar acara bertajuk Welcome to Work. Seluruh jajaran  head of department secara khusus melayani sarapan untuk karyawan sif pagi. ’’Tanpa mereka, kerja sama tidak akan jalan,’’ ujarnya.

Sejak pindah ke Kota Madiun, praktis intensitas Mira berkumpul dengan keluarga berkurang. Biasanya, dia video call untuk sekadar melepas rindu dengan suami dan anak di sela kesibukannya. Kemudian, setiap weekend mudik ke Jogjakarta. ‘’Kami senang liburan. Destinasi wisata favorit Bali,’’ kata Mira.

Satu hal lagi kebiasaan Mira yang tidak banyak orang tahu yakni berpuasa sunah. Sejak memasuki dunia kerja, dia terbiasa puasa Senin-Kamis. Kemudian, lima tahun terakhir Mira menerapkan puasa Daud. ‘’Itu didikan orang tua. Ibu yang paling banyak menginspirasi saya,’’ ungkapnya. ***(isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here