Minta Jaminan UNBK Aman, Dindik Surati PLN dan Telkom

16

PONOROGO – Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo melayangkan surat ke PT Perusahan Listrik Negara (PLN) dan Telkom setempat. Dokumen itu meminta jaminan mengamankan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP dan MTs yang waktunya kian dekat. ‘’Jangan sampai ada listrik mati atau koneksi internet terputus,’’ kata Kadindik Ponorogo Tutut Erliena, Senin (15/4).

Tutut menyebut dua perusahaan milik negara itu punya peran penting menyukseskan ujian bernama lain computer based test (CBT). Telkom, misalnya, menentukan kelancaran koneksi internet. Proses mengunduh soal dan mengunggah jawaban para peserta dilakukan online nyaris bersamaan di seluruh Indonesia. PLN juga tidak kalah penting karena pelaksanaan UNBK kali ini sepenuhnya menggunakan komputer. Dampaknya pada kelancaran seandainya pasokan listrik dan jaringan internet tidak memadai. ‘’Tahun ini tidak ada lagi UNKP (ujian nasional berbasis kertas dan pensil, Red),’’ ujarnya.

Sebanyak 88 SMP dan 75 MTs negeri dan swasta menyelenggarakan UNBK tahun ini. Jumlah pesertanya mencapai 13 ribu siswa. Berkaca pelaksanaan periode sebelumnya, PLN dan Telkom bisa menjamin kelancaran UNBK. Tidak hanya di wilayah kota, melainkan perbukitan. ‘’Surat kami sekaligus melampirkan jadwal penyelenggaraan UNBK mulai 22–25 April,’’ ucap Tutut.

Sejumlah SMP dan MTs yang ketersedian komputer masih kurang tetap mengikuti UNBK. Ada dua solusi yang dipakai. Menggabung ke sekolah lain yang memiliki kecukupan sarpras dan waktu. Juga menggunakan fasilitas SMA atau SMK terdekat. ‘’Meski ada dukungan PLN dan Telkom, kami juga membuat helpdesk untuk mengatasi persoalan secara cepat,’’ tandasnya. (naz/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here