Minimnya Realisasi Target PAD Pariwisata Jadi Tanggung Jawab Banyak Pihak

18
MINIM PAD: Beberapa wisatawan tengah menikmati keindahan pantai di Pacitan saat liburan lalu.

PACITAN – Realisasi target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata yang baru mencapai 23 persen hingga pertengahan tahun ini disorot legislatif. Mereka menilai masalah tersebut wajib jadi evaluasi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pacitan. Pasalnya, tanggung jawab tidak hanya dibebankan pada dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora). ‘’Ini kerja bareng, seluruh komponen harus mendukung untuk mencapai hasil maksimal,’’ kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono Senin (17/6).

Menurut Ronny, sektor pendukung berperan penting bagi pertumbuhan pariwisata di Pacitan. Seperti akses jalan menuju destinasi, hingga para pedagang di tempat wisata. Pasalnya, faktor tersebut bakal memberi stigma pada objek wisata. Terlebih dalam dua tahun terakhir, realisasi PAD dari sektor andalan ini kurang memuaskan. ‘’Tahun 2018 kemarin ada kenaikan. Tapi kalau ditelisik lebih dalam lagi kurang memuaskan dibanding 2016,’’ ujarnya.

Selain fokus pada angka pendapatan, kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar objek wisata juga disorot Ronny. Menurut dia, dampak kenaikan kunjungan wisatawan, seharusnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Pemerantaan ekonomi para pedagang oleh-oleh hingga biro wisata mesti diperhatikan agar tak jadi penonton di rumah sendiri. ‘’Kalau uangnya (PAD) banyak tapi tingkat kesejahteraan masyarakat belum terdongkrak, harus dikaji ulang,’’ tegasnya.

Terpisah Bupati Pacitan Indartato menyebut minimnya PAD sektor pariwisata lantaran belum sepenuhnya objek wisata dikembangkan. Dalihnya, masih ada permasalah di beberapa objek wisata, di antaranya kurangnya fasiltas pendukung. Namun, pihaknya enggan berpangku tangan menunggu wisatawan datang ke Pacitan. ‘’Kami akan terus berupaya,’’ janji Pak In, sapaan bupati Indartato.

Terkait dampak bencana 2017 lalu, dia menilai tahun ini jauh lebih baik. Dampak bencana banjir bandang tersebut mulai luntur di Pacitan. Terlebih infrastruktur yang rusak sudah dan sedang diperbaiki. ‘’Saya rasa dampaknya sudah mulai berkurang, tidak begitu dirasakan,’’ pungkasnya.

Diketahui, hingga Juni ini realisasi PAD sektor parwisata di Pacitan baru menembus 23 persen. Atau berkisar Rp 3,4 milliar dari target Rp 15,07 miliar tahun 2019 ini. Sementara, angka kunjungan wisatawan baru mencapai 436.908 orang dari target 2 juta lebih pengunjung tahun ini. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here