Minim Siswa dan Perangkat, 2 MTs Gabung Madrasah Terdekat

54

MEJAYAN – Sebanyak dua MTs dari total 38 di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun menumpang ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Selain karena tidak memiliki perangkat komputer, minim peserta. Yakni, MTs Toriqul Jannah dengan 16 peserta dari kelas IX, MTs Roisul Huda hanya satu siswa. ‘’Keduanya menggabung di MTs negeri terdekat,’’ kata Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Madiun Orbasan Wazir kemarin (15/4).

Orbasan memastikan, kesanggupan puluhan MTs menyelenggarakan UNBK mandiri di tahun ini sudah 100 persen. Terlepas adanya dua lembaga yang menumpang di institusi lain. Sebab, kekurangan siswa. Khususnya MTs Roisul Huda yang kemungkinan besar sudah tidak aktif di tahun depan. Sehingga kepesertaan peserta kedua MTs itu dianggap masuk dalam sekolah yang ditumpangi. ‘’Kondisinya terbatas. Tidak mungkin sekolah melakukan pengadaan komputer,’’ ujarnya.

Selain nebeng, sebetulnya ada empat MTs yang terpaksa menerapkan langkah pinjam pakai komputer dengan yang sebelumnya digunakan peserta UNBK madrasah aliyah (MA). Namun, kebijakan tersebut dijalankan bukan karena tidak memiliki perangkat tersebut. Melainkan, antara MTs dengan MA itu berada dalam naungan satu yayasan pondok pesantren (ponpes) yang sama. ‘’Mayoritas siswa di MA dan MTs itu tinggal di satu lokasi,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Orbasan memerinci 38 MTs terdiri 12 negeri dan 26 swasta. Hanya sepertiga dari total keseluruhan yang sanggup menggelar UNBK di 2017. Namun, tahun berikutnya sudah tidak ada yang melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Puluhan institusi itu sudah meningkatkan sarana dan prasaran perangkat komputer. Terutama MTs swasta. ‘’Persoalan dua tahun lalu memang ketersediaan komputer yang belum siap,’’ ujarnya sembari menyebut komputerisasi juga sudah diberlakukan untuk ujian di luar UNBK.

Dia tidak memungkiri belum semua MTs menyediakan komplet perangkat komputer menyesuaikan jumlah peserta. Rata-rata lembaga sudah memiliki separo dari total kebutuhan. Sedangkan untuk menutupi kekurangan, Kemenag tidak mengambil kebijakan meminjam pakai komputer institusi lain. Melainkan memberlakukan sif pelaksanaan ujian dari jumlah peserta. ‘’Ada yang dua hingga tiga sif dalam sehari,’’ ucapnya.

Orbasan menuturkan, kurang dari sepekan waktu tersisa sebelum ujian 22 April mendatang digunakan sekolah untuk pemantapan materi pelajaran peserta. Pihaknya juga intens berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Madiun. Salah satunya kesiapan tim help desk. ‘’Sebab UNBK ini tidak sekadar urusan madrasah atau sekolah. Tapi membawa nama Kabupaten Madiun,’’ pungkasnya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here