Pacitan

Minat Petani Gabung AUTP Rendah

‘’Selain merasakan keberatan membayar premi, ada juga petani yang belum menyadari pentingnya asuransi padi.’’ Bagiyanto, Kabid PSP Disperta Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Minat petani Pacitan pada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) rendah. Sejauh ini dinas pertanian (disperta) setempat belum mengetahui penyebab petani enggan mengasuransikan padinya. Kabarnya premi asuransi bakal dibebankan ke daerah. ‘’Inginnya seperti itu. Sayangnya asuransi tidak terserap,’’ kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Disperta Pacitan Bagiyanto Kamis (7/11).

Padahal, lanjut Bagiyanto, kondisi geografis Pacitan rawan bencana. Contoh bencana besar 2017 lalu. Banyak padi tergulung banjir bandang. Namun, tak sepetak pun lahan padi yang diasuransikan kala itu. Tidak sedikit petani keberatan membayar premi asuransi Rp 36 ribu per hektare. ‘’Kalau premi ditanggung pemerintah akan lain ceritanya,’’ ujarnya.

Pihaknya berencana mengajukan usulan tersebut. Namun, belum sampai dilayangkan, banyak kalangan yang menyanggah usulan tersebut dengan berbagai alasan. Alhasil, niat itu hanya wacana. ‘’Selain merasakan keberatan membayar premi, ada juga petani yang belum menyadari pentingnya asuransi padi,’’ tuturnya.

Sampai saat ini, baru 435 hektare lahan padi yang diasuransikan. Pengajuan tersebut datang dari 12 kelompok tani di Kecamatan Arjosari. Padahal, target provinsi kepada Disperta Pacitan seluas 2.100 hektare. Total lahan padi di Pacitan 8.790 hektare. ‘’Kondisi ini bukan semata salah petani. Penyuluh untuk menyosialisasikan asuransi juga terbatas. Ada 100 penyuluh, minus 71 dari kebutuhan,’’ bebernya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close