Mimik Wajah Mewakili Gerakan

85

SEBAGAI seorang penari jathil, tentu banyak hal yang harus dipelajari. Tidak saja menguasai seluruh teknik gerakan dalam tarian yang menjadi bagian dari seni tari Reyog Ponorogo itu. Namun, seorang penari jathil harus mampu mendalami karakter. Pun harus pandai menjaga tubuh agar tetap prima.

Hal itulah yang harus dilakukan Anggi Cyintia Heri. Cewek kelahiran 2002 itu telah mengantongi berbagai kejuaraan baik tingkat daerah maupun nasional. Untuk dapat membawakan tari jathil, Anggi harus berlatih ekstra.

Meskipun sebenarnya tari tersebut merupakan hobi yang sudah dia geluti sejak kelas II SD. Justru baginya ketika tidak diasah akan membuat seluruh gerakan tarinya terasa kaku. Pun membuatnya merasa canggung di hadapan ribuan penonton. ‘’Karena itu, seminggu dua kali saya terus berlatih bersama komunitas tari,’’ kata Anggi.

Aktivitas padat sebagai seorang pelajar tidak membuat Anggi berhenti menyalurkan hobinya. Justru dari situlah dia dituntut untuk dapat membagi waktu. Rutin dua kali dalam seminggu dia berlatih tari jathil. Kegetolannya itulah yang mengantarkannya meraih berbagai kejuaraan. Mulai tingkat daerah hingga nasional.

Saat masih duduk di bangku kelas VI SD, dia sudah mendapatkan juara I Festival Reyog Nasional tergabung dalam grup DKI Jakarta. Kemampuannya semakin terasah menginjak kelas VII SMP. Dari awalnya yang hanya tampil di event lokal, Anggi mulai tampil di berbagai kota besar. Mulai Surabaya, Malang, hingga Jakarta. ‘’Ada yang memang harus kita jaga agar mendukung penampilan,’’ ujarnya.

Selain latihan rutin, rupanya Anggi memiliki aktivitas khusus tiap hari. Yaitu, dia harus olahraga untuk menjaga tubuhnya tetap prima. Aktivitas itu menurutnya wajib dilakukan. Sebab, kualitas tarian yang dia bawakan ditentukan dari kondisi fisik yang prima. ‘’Berusaha untuk menjaga tubuh tetap prima,’’ tuturnya.

Karena itu, tidak heran jika penampilannya kerap memukau para penonton. Hal itulah yang mengantarkannya dapat masuk lima besar dalam FSL2N di Surabaya saat masih duduk di bangku kelas VIII SMP. Di tahun yang sama dia juga merenteng juara I dan II dalam Festival Reyog Nasional mewakili Brawijaya dan Gajah Manggolo. ‘’Selain itu, harus dapat mendalami karakter,’’ ungkap bungsu dua bersaudara pasangan Heri Wiyono-Siti Sudarmi itu.

Anggi juga harus menguasai berbagai karakter yang harus dia bawakan saat tampil. Seorang penari jathil tidak hanya tersenyum saat tampil, melainkan mimik wajah juga harus mewakili gerakan. Terkadang dia juga harus menampilkan mimik serius. Terutama saat irama gamelan mulai naik dan penari lari menunggang kuda.

Saat ini dia sedang menjalani latihan untuk persiapan FL2SN 2019. Pun menjalani latihan bersama grup reyog Brawijaya dan Gajah Manggolo untuk persiapan FRN 2019. ‘’Tetap latihan rutin dan memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua,’’ ucapnya. (mg7/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here