Mesin Terlalu Panas, Bus Terbakar di Tol Madiun-Nganjuk

1163
TINGGAL RANGKA: Petugas pemadam kebakaran berusaha melakukan pendinginan pada bus yang dilalap si jago merah di Tol Madiun-Nganjuk km 427, masuk Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun Sabtu (15/6).

MADIUN – Api membara dari sebuah medium bus pariwisata Sabtu (15/6). Angkutan transportasi yang dibeli second dari PO Purnayasa itu terbakar di tengah jalan tol Madiun-Nganjuk km 427, masuk Desa Pajaran, Kecamatan Saradan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Total ada tiga penumpang dalam kendaraan bernopol DK 9090 AE itu. Termasuk kondektur, satu sopir dan Syamsul Rizal, seorang penumpang lainnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30. Bus yang disopiri Nanang Suharto, asal Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Ngawi itu melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam di jalur bebas hambatan tersebut. Sampai di kilometer 427–400, api tiba-tiba menyala dari kap mesin belakang. ‘’Sopir sempat menepi, setelah melihat ada asap,’’ ujar Syamsul kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Dalam waktu cepat, api semakin menjadi. Bus dilalap si jago merah hingga tinggal rangka. Syamsul menyatakan, penyebab kebakaran berasal dari mesin belakang yang terlalu panas. Beruntung, sopir bus melihat kepulan asap sehingga semua bisa diselamatkan sebelum kebakaran membesar. ‘’Posisi di dalam bus tanpa awak penumpang. Hanya ada saya, sopir dan kernet bus,’’ katanya.

Syamsul mengaku dirinya sedang dalam perjalanan dari Magetan menuju ke Juanda, Surabaya. Tujuannya menjemput santri dari Ponpes Al-Fatah Temboro di kota pahlawan.

Meski begitu, dia menyatakan bus laik jalan. Karena baru saja dibeli dari sebuah perusahaan otobus (PO) asal Bali. Bahkan, sebelum berangkat kondisi bus sudah dilakukan pemeriksaan fisik. Termasuk mengganti ban sesaat sebelum memasuki Gerbang Tol Madiun. ‘’Kami mau berangkat menjemput santri di Surabaya,’’ tuturnya.

Selang beberapa saat kemudian satu unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pendingan. Ketika itu kondisi bus hanya berbentuk kerangka. Tetapi, masih keluar asap hitam pekat dari bawah rangka bus. Anggota unit patroli jalan raya (PJR) yang tiba di lokasi kejadian hanya membantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan. (ren/fat/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here