Merugi Karena Tak Hasilkan PAD, Satpol PP Bredeli Reklame Bodong

13

MAGETAN – Sejumlah vendor di Magetan terbilang bandel. Dengan seenaknya mereka memasang reklame tanpa melihat aturan. Akibatnya reklame itu ditertibkan paksa oleh petugas Satpol PP Senin (13/5).

Penertiban dilakukan bagi reklame tetap yang izinnya sudah habis maupun reklame isidentil. Serta reklame yang pemasangannya melanggar ketentuan. ‘’Karena memang sudah jelas melanggar perda tentang ketertiban dan ketentraman, kami langsung eksekusi tanpa harus ada surat panggilan,’’ kata Kasi Opsdal Satpol PP Magetan Khamim Basori.

Diakuinya, banyak reklame bodong bertebaran di Magetan. Baik itu di kawasan kota maupun desa. Beberapa reklame tersebut sebagian muncul pada saat Ramadan. ‘’Supaya masalah ini tidak semakin meluas, kami lakukan pemantauan secara rutin,’’ ujarnya.

Khamin mengungkapkan keberadaan reklame tak berizin yang dipasang di beberapa titik tersebut merugikan pemkab. Terumata dari segi pendapatan asli daerah (PAD). Kondisi itu tentu sangat disayangkan.

Sementara, di sisi lain, perda yang mengatur tentang persoalan itu tidak tegas dalam hal sanksi. Pelaku usaha hanya dikenai sanksi administrasi tanpa harus membayar denda. Terutama bagi sejumlah vendor yang memasang reklame mereka di tempat terlarang.

‘’Yang jelas di area fasilitas umum, seperti pusat pemerintahan, tempat ibadah dan tiang listrik tidak boleh. Misalnya, yang kami temukan di sepanjang jalan protokol perkotaan menuju Sarangan,’’ ungkap Khamim.

Di sepanjang lokasi menuju ke objek wisata Telaga Sarangan itu, pihaknya menertibkan sebanyak 20 baliho dan spanduk. Puluhan bahan promosi tersebut dicopot lantaran izinnya sudah habis dan salah penempatan pemasangan. ‘’Kalau terus dibiarkan pemerintah daerah yang rugi,’’ tandasnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here