Merokok Terancam Denda Rp 1 Juta

57

NGAWI – Warga Bumi Orek-Orek kelak tidak lagi bisa merokok di sembarang tempat. Itu seiring peraturan bupati (perbup) tentang kawasan tanpa rokok (KTR) yang segera diundangkan. ‘’Ini sudah tahap akhir. Mungkin minggu depan sudah ditetapkan,’’ kata Kabag Hukum Setda Ngawi Idham Karima kemarin (5/4).

Idham menyebut, di Ngawi sejatinya telah ada peraturan daerah (perda) KTR yang diundangkan sejak tiga tahun lalu. Namun, belum efektif. Salah satu kendalanya karena belum ada perbup yang mengatur teknis pelaksanaan perda tersebut. ‘’Tidak perlu, karena begitu ditetapkan harusnya aturan itu sudah berlaku,’’ jawabnya saat ditanya apakah perlu perbup tersebut disosialisasikan terlebih dulu.

Dia mencontohkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Idham meyakini banyak warga yang belum mengetahui isi aturan tersebut. Namun, pihak terkait tetap menerapkannya dan sejauh ini tidak ada masalah. ‘’Tapi, kalau OPD (organisasi perangkat daerah, Red) terkait mau melakukan sosialisasi dulu juga tidak masalah,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi dr Endah Pratiwi membenarkan bahwa aturan tersebut sudah bisa langsung diberlakukan. Namun, pihaknya merasa perlu melakukan sosialisasi lagi supaya pelaksanaannya efektif. ‘’Minggu depan kalau perbupnya sudah ada, kami akan sosialisasikan lagi,’’ ujarnya.

Selain sosialisasi, dinkes juga akan menggelar pelatihan untuk tim yang akan mengawal perda KTR tersebut. Lantaran tim tersebut masih baru, pihaknya bakal meminta pendampingan dari Universitas Airlangga (Unair). ‘’Karena timnya nanti juga harus paham tupoksi (tugas pokok dan fungsi, Red) supaya lebih efektif,’’ kata Endah.

Dia menjelaskan, dalam perda KTR terdapat sejumlah titik yang steril orang merokok. Di antaranya, fasilitas kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.

Apa sanksinya jika melanggar? Endah mengatakan, warga yang kedapatan merokok di tempat terlarang itu terancam hukuman satu bulan penjara atau denda Rp 1 juta. Sedangkan yang diketahui memproduksi, menjual, dan mempromosikan produk tembakau diancam hukuman tiga bulan penjara atau denda Rp 3 juta. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here