Mereka yang Bersinar di Madiun Street Activity (4-Habis)

26
KOMPLET: Spensix Akustik saat tampil di panggung Madiun Street Activity.

Kompetisi musik akustik menjadi warna tersendiri pada event Madiun Street Activity. Pun, para peserta mesti latihan keras membawakan Madiun Nyaman dan Damai, lagu wajib yang harus mereka bawakan.

————–

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

Kita harus bersatu membangun kota ini

Menuju kota nomor satu di negeri ini

Bergandengan tangan melangkah maju bersama

Jayalah Kota Madiun yang nyaman dan damai

BAIT refrain lagu Madiun Nyaman dan Damai ciptaan Wido Setyasmoro itu menggema berulang-ulang Sabtu sore lalu (3/8). Seolah mengingatkan pengunjung Taman Lalu Lintas Bantaran untuk bersama-sama membangun kotanya.

Dewan juri cukup kesulitan menentukan pemenang lantaran peserta memiliki musikalitas dan performa hampir merata. Pun, aksi peserta dari kalangan pelajar itu mampu menghibur para penonton. Tidak terkecuali Wali Kota Madiun Maidi dan Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang yang sempat menyaksikan kompetisi musik akustik tersebut.

 ‘’Kami apresiasi bibit-bibit musisi andal kota ini yang telah berani tampil dengan mengeluarkan kemampuan terbaiknya,’’ kata Marsiswo Dirgantoro, salah seorang juri.

Setelah tiga juri berembuk, Spensix Akustik ditetapkan sebagai juara I. Band yang digawangi Bagas (gitar dan vokal), Aga (bassist), dan Yanuar (jimbe) itu memang tampil paling menonjol hingga mampu menghipnotis juri dan penonton yang hadir. ‘’Komposisinya komplet,’’ lanjutnya.

Tidak banyak yang tahu bahwa Spensix Akustik merupakan band dadakan. Dibentuk empat hari sebelum lomba. Dengan waktu terbatas itu, para personel mesti berlatih esktra untuk menyatukan kekompakan. Setiap hari selama dua jam penuh Bagas dkk menjalani latihan.

Yudha Pradiska berada di balik sukses Spensix Akustik memenangi kompetisi dalam rangkaian Madiun Street Activity tersebut. ‘’Begitu mengetahui ada lomba itu, saya langsung keliling ke kelas-kelas,’’ kata pelatih Spensix Akustik yang seorang guru musik itu.

Setelah menemukan tiga muridnya yang bersedia mewakili sekolah, Yudha menentukan komposisi band. Dalam pemilihan itu, sempat beberapa kali terjadi perubahan posisi lantaran ketiganya menguasai berbagai alat musik. Bagas, misalnya, bisa bermain drum. Sementara, Aga juga jago main keybord.

Cerita lain dialami Izakuiki Band yang menjadi juara II. Sang vokalis Jasmine Zahra sempat kesulitan saat latihan menyanyikan Madiun Nyaman dan Damai yang menjadi lagu wajib dalam lomba itu. Zahra harus menguasai teknik nada rendah di awal lagu dan menukik naik ketika menginjak refrain. ‘’Tapi berkat latihan berulang-ulang akhirnya bisa juga,’’ kata Zahra.

Hal serupa dialami Karin Satriani dari Arka Band yang terpilih sebagai juara III. Apalagi, lagu itu baru didengarnya. Maklum, dia baru pindah dari Jakarta. Tidak heran jika setiap malam sang ayah turun tangan membimbing Karin berlatih membawakan lagu tersebut.

‘’Ayah minta saya mendalami pesan dalam lagu itu. Yakni spirit membangun Kota Madiun. Akhirnya bisa membawakan lagu dengan baik,’’ ucapnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here