Mereka yang Berjaya di Randu Alas Highlands Challenge 2019 (6-Habis)

66
POTENSIAL: Muhammad Abdul Cholil (jersey hitam-kuning) berhasil menyabet gelar King of Hill kategori under 30.

Sejumlah pembalap muda potensial dari Klaten terjun di RAHC 2019. Seorang di antaranya adalah Muhammad Abdul Cholil. Gelar King of Hill kategori under 30 pun berhasil diraih pemuda 20 tahun itu.

=============

NILAM RIFIA SAVITRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

RAUT wajah Muhammad Abdul Cholil terlihat semringah saat bersiap menerima trofi di podium. Maklum, titel King of Hill kategori under 30 baru saja didapat pemuda 20 tahun itu. Menyisihkan 40 peserta lainnya dalam event Randu Alas Highlands Challenge (RAHC) 2019 pekan lalu. ‘’Alhamdulillah, sesuai target,’’ kata peserta bernomor punggung 125 itu.

Cholil benar-benar perkasa di kategori tersebut. Sejak start, cyclist asal Klaten, Jawa Tengah, itu memimpin dan tak terkejar hingga finis. Meski begitu, baginya race kali ini tetap saja berat. ‘’Tanjakan terakhir yang paling menantang,’’ sebutnya.

Trofi juara kategori under 30 menjadi ganjaran sepadan atas latihan kerasnya selama ini. Sepanjang empat tahun terakhir Cholil hampir tidak pernah absen melakukan latihan pagi dan sore dengan jarak tempuh 30-60 kilometer dan durasi 1,5-2 jam. ‘’Saya tergabung dalam training center ISSI Klaten dan hanya libur Senin saja,’’ tuturnya.

Sebelum menjajal event balap sepeda, awalnya Cholil sekadar terbiasa gowes bersama tetangganya. Bakat besarnya terpantau ISSI Klaten hingga kemudian dibina induk organisasi sport sepeda tersebut. ‘’Waktu itu masih sekolah SMA kelas X,’’ ujar pengagum atlet nasional Aiman Cahyadi ini.

Mendapatkan fasilitas sepeda dari ISSI membuat Cholil semakin bersemangat latihan. Hasilnya, kemampuannya menggeber sepeda kian meningkat. Pun, medali perunggu ajang Pra-Porprov dan Porprov Jateng 2019 berhasil diraihnya.

Cholil memiliki beberapa pengalaman tak terlupakan selama menggeluti dunia balap sepeda. Salah satunya saat mengikuti event di Magelang. Saking semangatnya mengayuh sepeda, dia tidak menyadari ada belokan saat melaju di trek menurun. ‘’Saya tidak sempat belok, akhirnya lurus sampai tercebur ke sungai,’’ kenangnya.

Kejadian itu memaksa Cholil mengakhiri balapan lebih awal. Di sisi lain, sejak itu dia lebih hati-hati dan fokus ketika melahap rute. ‘’Sepedanya rusak, diurus sama tim ofisial, saya memar-memar,’’ ujarnya sembari menyebut pengalaman buruk itu terjadi tahun lalu.

Peristiwa serupa dialami saat Cholil turun di Pra PON Jateng 2019. Dia terjatuh lantaran tidak mampu menghindari seorang lawannya di depan yang terlebih dulu mengalami insiden jatuh. ‘’Tidak sempat ngerem, akhirnya nubruk, ikut jatuh,’’ kenangnya. *** (isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here