Mereka yang Berjaya di Randu Alas Highlands Challenge 2019 (5)

48
TANGGUH: Agus Haryanto (jersey kuning) berhasil meraih gelar King of Hill RAHC 2019 kategori 31-45 tahun.

RAHC 2019 kategori usia 31-45 tahun memunculkan nama Agus Haryanto sebagai jawara. Beberapa kali gowes ke Randu Alas menjadi modal berharga bagi cyclist 42 tahun itu untuk menyisihkan puluhan pesaingnya.

=============

NILAM RIFIA SAVITRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

BEBERAPA saat usai bendera start dikibarkan, Agus Haryanto mulai mengayuh sepedanya dengan kecepatan sedang. Hingga sekitar 12 kilometer awal dia berada di urutan ketiga. Terpaut beberapa puluh meter dengan dua cyclist di depannya.

Baru saat tiga kilometer menjelang finis, pria 42 tahun itu menambah kecepatan hingga bisa mendekati dua cyclist yang berada di depannya. Bahkan, menyalip seorang di antaranya.

Beberapa meter menjelang finis, Agus melakukan sprint hingga berhasil memimpin dan menyelesaikan balapan Randu Alas Highlands Challenge (RAHC) 2019 dengan waktu tercepat di kategori usia 31-45 tahun. ‘’Tidak menargetkan juara sebenarnya, tapi setelah melihat ada kesempatan ya saya manfaatkan,’’ kata bapak dua anak itu.

Kemenangan yang diraih Agus tak lepas dari penguasaan medan balapan. Pasalnya, sudah beberapa kali dia bersepeda ke Randu Alas sebelum event RAHC digelar. ‘’Jadi, sudah sedikit hafal. Belokannya seperti apa, jalannya seperti apa, tanjakannya sebanyak apa,’’ ungkap warga Jalan HA Salim Kota Madiun ini.

Agus mulai akrab dengan sepeda sejak 5 tahun lalu. Setidaknya 2-3 kali dalam sepekan dia rutin gowes. Berawal dari ajakan teman main bulu tangkisnya. ‘’Lama-lama kok asyik, akhirnya keterusan sampai sekarang,’’ ujarnya sembari menyebut sekali bersepeda di area Madiun menempuh jarak 24-40 kilometer.

 ‘’Usia bukan halangan. Buktinya, banyak pembalap yang lebih tua dari saya bisa menempuh jarak sampai 300 kilometer. Berarti tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha,’’ imbuh Agus.

Dia memiliki cerita tak terlupakan yang menjadi pelecut untuk terus bersepeda. Yakni, saat mengikuti event tidak resmi di Solo. Itulah kali pertama dia gowes hingga jarak 90 kilometer. ‘’Ternyata saya mampu, walaupun setelah itu badan pegal-pegal semua,’’ kenangnya.

Belakangan Agus sengaja mengunduh aplikasi Challenge. Kemudian, mengikuti target-target yang dilombakan dalam aplikasi tersebut. Awalnya dia mencoba mengikuti challenge 21 ribu elevasi dalam sebulan. Rute yang ditempuh Madiun-Sarangan.

Demi mencapai target, Agus bersepeda melahap jalur itu tiga kali dalam sepekan.

Minggu pertama dia merasakan badannya sakit-sakit. Namun, pekan kedua dan selanjutnya justru terasa nyaman.  ‘’Sebelum bersepeda saya gampang sakit, terutama saat musim pancaroba. Tapi, sejak rutin bersepeda, tubuh jadi bugar,’’ ungkapnya. *** (isd/c1/bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here