Mereka yang Berjaya di Randu Alas Highlands Challenge 2019 (4)

84
MASIH TANGGUH: Henry Setiawan meraih gelar King of Hill kategori 46—55 tahun di ajang RAHC 2019.

Sejumlah mantan atlet nasional meramaikan RAHC 2019. Seorang di antaranya Henry Setiawan. Pengalaman panjangnya di dunia balap sepeda mengantar pria itu menjadi yang terbaik di kategori 46—55 tahun.

==========

NILAM RIFIA SAVITRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

HENRY Setiawan sesekali mengambil napas dalam-dalam saat menggenjot pedal sepedanya ketika menaklukkan tanjakan demi tanjakan sepanjang rute Randu Alas Highlands Challenge (RAHC) 2019. Terutama memasuki 500 meter terakhir sebelum finis. ‘’Capek pastinya, tapi seru,’’ kata cyclist bernomor punggung 410 itu.

Begiru bendera start dikibarkan, Henry mengayuh sepedanya beriringan dengan 21 peserta kategori 46—55 tahun lainnya. Beberapa kilometer menjelang finis, Henry mulai melepaskan diri bersama seorang peserta lain. Sisanya membuntuti di belakang. Di tanjakan terakhir, Henry melesat sebelum akhirnya berhasil finis pertama.

Titel King of Hill (KoH) RAHC 2019 kategori 46—55 tahun pun disandangnya. ‘’Tidak menyangka bisa juara. Niatnya ikut untuk bersenang-senang saja dan bertemu teman-teman,’’ ujar cyclist asal Jatimulyo, Jogjakarta, itu.

Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Henry sebelum turun di RAHC 2019. Dia hanya menjalani rutinitas seperti biasa, yakni bersepeda keliling kota Jogjakarta saban pagi. Durasinya dua hingga tiga jam dengan jarak tempuh 60—80 kilometer. ‘’Sebelum kerja, tiap pagi sepedahan,’’ tutur pria 50 tahun ini.

Bagi Henry, dunia cycling sudah tidak asing lagi. Sudah 33 tahun dia akrab dengan sepeda dan track berbagai medan. Bahkan, Henry dulunya merupakan salah seorang atlet balap sepeda andalan Indonesia. ‘’Sempat berhenti tujuh tahun,’’ katanya.

Prestasi Henry di lintasan balap sepeda kala itu cukup cemerlang. Sejumlah kejuaraan nasional maupun internasional pernah dijajalnya. Di antaranya, PON, SEA Games, dan ajang bergengsi lainnya. ‘’Waktu PON mewakili DKI, dapat emas tiga kali. Pernah juga mewakili Jawa Timur, dapat satu emas,’’ ungkapnya.

Dari dunia balap sepeda pula Henry menemukan jodohnya. Yakni, Nurhayati yang juga mantan atlet nasional. ‘’Anak saya juga jadi atlet balap sepeda, sekarang sedang TC (training centre, Red) di Korea,’’ kata ayah Liontin Evangelina Setiawan ini. *** (isd/c1/bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here