Ngawi

Mereka yang Berjaya di Jamus 100 Km 2019 (3)

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Begitulah sosok Hartadi. Di usianya yang sudah menginjak 61 tahun, pria asal Bandung itu sukses menahbiskan dirinya menjadi juara King of Mountain (KoM) Jamus 100 Km untuk kategori upper 51. Dia mencatatkan waktu terbaik 33 menit 27 detik.

=========================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

BADANNYA agak kurus. Perutnya terlihat rata. Tapi, kumisnya sudah memutih. Jika tidak tampil dengan jersey cycling pada gelaran Jamus 100 Km Sabtu lalu (20/10), mungkin tidak ada yang mengira Hartadi adalah seorang cyclist. Apalagi, ketika namanya dipanggil dan diminta naik podium oleh master of ceremony (MC) untuk menerima medali emas dan reward.

Pasti kebanyakan orang yang belum mengenal betul siapa Hartadi akan mengernyitkan dahi. Pertanda tidak percaya jika ada pria berusia 61 tahun kuat menaklukkan variasi rute Jamus 100 Km.

Ya, dalam event Jamus 100 Km akhir pekan lalu, Hartadi sukses merengkuh juara untuk kategori upper 51. Tentu itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Hartadi.

Dia mengaku punya resep pribadi agar kuat menaklukkan rute tanjakan seperti Jamus. Salah satunya mengonsumsi madu saat gowes. ‘’(Mengonsumsi) madu sangat bagus sekali untuk meningkatkan stamina,’’ kata pria kelahiran 25 Agustus 1958 itu.

Selain rutin meminum madu seperempat liter ketika mancal, dia juga terbiasa mengonsumsi pisang, pepaya, dan tomat. Asupan buah-buahan itu penting baginya supaya stamina tetap terjaga. ‘’Kalau latihan, seminggu tiga kali,’’ ujarnya.

Di dunia road bike, Hartadi bukan cyclist anyaran. Dia sempat beberapa kali ikut event cycling lain. Salah satunya di Bromo. ‘’Di sana (Bromo, Red) malah sering juara. Kalau nggak juara satu, ya dua atau tiga. Yang jelas, selalu naik podium,’’ terang cyclist asal Kelurahan Cibadak, Astanaanyar, Bandung, Jabar, itu.

Dalam event Jamus 100 Km lalu, catatan Hartadi sebagai King of Mountain (KoM) kategori upper 51 tidak terlalu buruk. Dia mencatatkan waktu tercepat di kelasnya 33 menit 27 detik. Sementara pesaingnya jauh di belakangnya sekitar 5 menit. ‘’Setiap ada event pasti saya ikut. Setelah ini ke Solo, Bromo, dan lainnya,’’ tutur Hartadi.

Namun, baginya, event Jamus 100 Km tahun ini begitu menyiksa. Selain karena tanjakannya bervariasi, cuaca juga menyengat. ‘’Berat sekali, habis empat botol air tadi,’’ ungkapnya. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close