Merawat Tradisi Seperempat Abad

105

PONOROGO – Konsistensi memfestivalkan kesenian reyog patut diapresiasi. Kemeriahan Festival Reyog Nasional (FRN) tidak dirintis untuk mewarnai Grebeg Suro 2018 saja. Tetapi sudah berlangsung seperempat abad. Ya, penyelenggaraan FRN kali ini sudah menginjak ke-25.

FRN menjadi bagian tak terpisahkan dengan Grebeg Suro. Sekaligus untuk menarik perhatian generasi muda agar mencintai kesenian budaya warisan nenek moyang ini. Bahkan, reyog saat ini sudah digemari hingga perguruan tinggi (PT). ‘’Itu dibuktikan juara FRN 2017 didapat oleh (mahasiswa) Universitas Brawijaya (UB),’’ kata Bupati Ipong Muchlissoni.

Bagi kalangan pelajar, lanjut Ipong, difasilitasi tampil dalam Festival Reyog Mini (FRM). Dengan begitu, terdapat regenerasi seniman reyog di Ponorogo. ‘’Agar tidak putus,’’ lanjutnya.

Fokus pengembangan pariwisata memang dikemas dengan berbagai festival dari tingkat kabupaten sampai desa. Itu masif dilakukan melalui #Ponorogo1000festival di media sosial (medsos). ‘’Ini terus kita gelorakan. Sehingga Ponorogo betul-betul menjadi kabupaten yang menonjol kebudayaannya di Indonesia,’’ harapnya.

Popularitas reyog sebagai kesenian daerah pun sukses menembus pentas internasional. Menjadi satu dari lima besar budaya yang didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (world heritage). ‘’Kalau nanti Reyog Ponorogo diputuskan menjadi satu-satunya budaya, Insya Allah tahun depan diminta tampil di hadapan panel UNESCO di Paris, Prancis,’’ ujar Ipong.

Peluang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda terbuka lebar. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir apresiasi di tingkat internasional semakin besar. Bahkan,  sudah menjadi magnet untuk memikat warga asing mempelajari kesenian tradisional tersebut. Di Hong Kong, misalnya. Sejak 2017, Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) di sana kebanjiran order pentas. Mereka diminta tampil ke Macau, Taiwan, serta beberapa embassy di Hong Kong. ‘’Saking banyaknya permintaan tampil, mereka sampai berharap dikirimkan gamelan. Karena selama pentas, musik pengiringnya hanya kaset tape recorder,’’ jelasnya. (her/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here