Merawat Demokrasi Desa

31

DI sebuah negara demokrasi, pemungutan suara untuk menentukan pemimpin adalah hal yang memang seharusnya dilakukan. Entah di tingkatan manapun. Mulai dari pemimpin yang tertinggi sebagai presiden. Hingga di tingkat kepala desa atau bahkan pemilihan ketua rt sekalipun. Sebab idealnya, pemimpin adalah yang dikehendaki oleh rakyatnya. Maka untuk mengetahui itu, cara terbaik ya melalui pemungutan suara atau pemilihan umum (pemilu).

Sebagai bagian dari praktik demokrasi, pemilu juga sepatutnya diselenggarakan secara berkualitas. Serta, menjunjung berbagai asas seperti jujur, rahasia, dan adil. Sebab, pemilu yang berkualitas diyakini mampu menghasilkan pemimpin yang juga berkualitas. Hal yang sama tentu saja berlaku terhadap pemilihan kepala desa (pilkades) yang akan digelar Senin 20 Mei mendatang.

Tinggal empat hari lagi. Pilkades kali ini lebih dari yang biasanya. Lebih masif, karena melibatkan 198 desa. Lebih mahal, karena biayanya menyedot sampai Rp 10,1 miliar. Dan lebih berat, karena baru pertama kali ini diselenggarakan secara serentak di ratusan desa sekaligus. Ini tentu tantangan. Bukan hanya bagi panitia penyelenggara di tingkat desa. Namun juga pemerintah kabupaten, serta seluruh elemen masyarakat.

Pilkades serentak kali ini adalah hajatan besar. Sudah tentu, harapan semua pihak adalah penyelenggaraan yang lancar dan sukses. Untuk mewujudkan harapan itu, tak bisa jika tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat. Bagi para calon pemilih, datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menyalurkan hak pilihnya. Bagi pihak-pihak lain, mari bersama menjaga kondusifitas daerah. Mari buktikan bahwa Ponorogo sejuk.

Pilkades serentak juga menjadi satu tes penting bagi masyarakat. Yakni, dalam perjalanan menuju pendewasaan politik. Sudah lebih dari sekali pemilu digelar di Ponorogo. Patut disyukuri penyelenggaraannya semakin baik. Khususnya dalam hal partisipasi masyarakat. Pilkades Senin mendatang seharusnya pun sama. Kembali menjadi sarana tes bagi masyarakat dalam pendewasaan politik. Kalau terselenggara dengan baik, artinya masyarakat pun semakin dewasa.

Silakan menikmati pesta demokrasi ini. Namun kami berharap, masyarakat harus tetap kondusif. Kami di DPRD juga berharap, pemkab dapat seratus persen mencurahkan fokus tenaga dan pikirannya dalam menyelenggarakan hajatan prestisius ini. Demi Ponorogo yang lebih baik. Demi Ponorogo yang lebih maju, berbudaya, dan religius.(naz/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here