Merasa Diremehkan, Dewan ’’Usir’’ Perwakilan WDR

32

MEJAYAN – Rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi D DPRD Kabupaten Madiun dengan pengusaha Watu Dakon Resort (WDR) batal digelar kemarin (28/3). Sebab, Agus Suyanto, pengusaha kolam pemancingan, itu mengirim stafnya untuk berhadapan dengan wakil rakyat. Padahal, Agus sengaja dihadirkan untuk diklarifikasi terkait maladministrasi pembangunan kolam mirip embung ini. Perwakilan itu ’’diusir’’ komisi D. ‘’Saya minta pulang karena buang-buang waktu,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Rudi Triswahono.

Dua pemuda yang dikirim investor WDR adalah Alfian staf di bidang administrasi dan seorang lainnya sebagai desain grafis. Keduanya sempat menunggu selama satu jam sejak tiba pukul 12.30. Keduanya tak sampai lima menit di ruang komisi D dan keluar menuju tempat parkir. Mengendarai sepeda motor, Alfian dan rekannya meninggalkan gedung dewan. ‘’Terus terang, komisi D tersinggung dan merasa diremehkan,’’ ujarnya.

Rudi menyatakan bahwa hearing tidak dapat dilanjutkan dengan dua perwakilan tersebut. Sebab, tak ada informasi yang dapat digali dari keduanya. Ketika ditanya sebelum masuk pokok pembahasan. Yakni, terkait maladministrasi hingga pemanfaatan tanah hasil kerukan, keduanya banyak menggeleng. Serta sejauh mana pengetahuan keduanya tentang pembangunan WDR yang saat ini tengah didalami penyidik Satreskrim Polres Madiun. Jawaban itu membuat komisi D bulat menyimpulkan jika perwakilan tak kompeten untuk memberikan keterangan. ‘’Ini pelecehan bagi dewan yang serius ingin mengurai masalah krusial,’’ tuturnya.

Investor WDR yang mengirim dua staf yang tidak memiliki pengetahuan cukup atas persoalan tema pembahasan merupakan bentuk tidak adanya rasa hormat dan iktikat baik dari pengusaha dalam merespons panggilan. Mengingat lembaganya mengundang melalui surat yang diteken langsung Ketua DPRD Suwandi. Pemanggilan dua hari lalu juga dirasa tidak mendadak. Artinya, ada cukup waktu jika Agus berada di luar kota karena urusan lain. ‘’Kalau perlu akan dipaksa hadir, kalau tidak mau datang setelah dua hingga tiga kali pemanggilan,’’ tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, tujuan komisi D menggelar RDP khusus dengan Agus adalah untuk melengkapi informasi. Sebagai bahan melanjutkan RDP tahap kedua antara pengusaha dengan lintas-sektoral yang dilaksanakan hari ini. Melibatkan unsur komisi A dan B; organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora), dan dinas lingkungan hidup (DLH). Selain itu, melibatkan unsur pekerja hingga pemangku wilayah lokasi bakal wahana. Yakni, kepala desa dan camat Dagangan. ‘’Selama ini kami kan menyerap informasi dari berita-berita dan sidak Senin lalu (25/3). Komisi D ingin melengkapinya langsung dari pengusaha,’’ paparnya.

Rudi mengatakan, komisinya menduga adanya indikasi kerusakan lingkungan. Dampak aktivitas eksplorasi secara ilegal untuk pembangunan kolam pemancingan dan keterlibatan “orang sakti” atas praktik pengerukan lahan hingga sedalam 12 meter. Pihaknya komitmen menelusuri dengan mengesampingkan asas praduga tidak bersalah. Langkah itu tanpa perlu menengok sejauh mana perkembangan penyelidikan polisi. ‘’Konteks kami berbeda, meski tidak men-judge langsung siapa-siapa orangnya. Ya, siapa tahu, upaya kami ini bisa menjadi informasi membantu kepolisian mengungkap dalangnya,’’ terang Rudi.

Alfian, salah seorang perwakilan WDR, enggan berkomentar terkait ragam pertanyaan yang diajukan wartawan koran ini. Pun dia enggan menanggapi di mana keberadaan Agus hingga mengutusnya mendatangi hearing. ‘’No comment. Nanti biar dijawab Pak Agus sendiri,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Jatim Budi Santosa belum bisa memastikan penyegelan lokasi kawasan kolam pemancingan WDR. Dia berdalih perlu menerjunkan tim reaksi cepat bersama dinas energi sumber daya mineral (ESDM) dan DLH Jatim untuk meninjau lokasi. Termasuk menggali informasi seputar perizinan lewat dialog. ‘’Ya, laporan awal kan sebatas gambaran lokasi,’’ katanya ditanya terkait petugas Satpol PP Jatim yang sudah turun ke lokasi. (cor/c1/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here