Merasa Dicueki, PMII ’’Serang’’ Dewan

93

PACITAN – Puluhan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan kembali turun ke jalan kemarin (28/12). Mereka mendatangi kantor DPRD setempat, menagih janji legislatif mengawal tuntutan normalisasi Sungai Grindulu. ‘’Aksi ini menindaklanjuti aksi pada 15 Desember lalu. Kami meminta dewan ikut memperjuangkan normalisasi sungai,’’ kata Ketua PMII Pacitan Rojihun.

Aksi unjuk rasa diawali dengan longmarch dari kantor sekretariat PMII. Sampai di gedung DPRD, massa pun menggelar orasi. Sejatinya mereka ingin berdialog dengan Ketua Dewan Ronny Wahyono. Namun, yang bersangkutan tidak menampakkan batang hidungnya. ‘’Kalau hanya ketemu anggota dewan, biasanya hanya diberi jawaban nanti disampaikan kepada bapak ketua,’’ ujar Rojihun.

Lantaran pihak legislatif tidak kunjung nongol, massa memilih meninggalkan gedung DPRD. Mereka menumpahkan kekecewaannya di perempatan Penceng. ‘’Kalau aspirasi kami tidak direspons, kami akan mendatangkan massa dengan jumlah lebih besar,’’ ungkapnya.

Rojihun menyebut, sebelumnya Pemkab Pacitan sudah sepekat membantu memperjuangkan normalisasi Sungai Grindulu. Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan kesepakatan oleh kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) serta Bupati Indartato dalam aksi sebelumnya. ‘’Pak Bupati dan kepala dinas sudah tanda tangan, dewan kok malah tidak berani menemui. Perlu dipertanyakan,’’ ucapnya.

Ronny Wahyono berdalih saat aksi unjuk rasa massa PMII digelar, dia tengah berada di Surabaya mengikuti pertemuan di gedung DPRD Jatim. Pun, dia mengaku baru mengetahui adanya rencana aksi mahasiswa tersebut via email Kamis lalu (27/12). ‘’Sebelumnya, saya sudah meminta digelar Senin (31/12, Red) saja,’’ sebutnya.

Ditanya komitmen ikut memperjuangkan normalisasi Grindulu, kata Ronny, pihaknya telah melakukan berbagai hal. Salah satunya memfasilitasi pertemuan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). ‘’Sebelumnya kami juga bantu penganggaran untuk normalisasi sungai, walaupun proses normalisasinya belum terealisasi,’’ pungkasnya. (odi/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here