Trotoar Alun-Alun Merdeka Rusak Parah

23

NGAWI – Upaya Pemkab Ngawi memelihara fasilitas umum (fasum) di wilayah setempat patut dipertanyakan. Setidaknya, trotoar di sekeliling Alun-alun Merdeka dibiarkan rusak parah. ‘’Kalau bisa ya cepat diperbaiki,’’ kata Agiel Barnadipa, salah seorang warga, kemarin (10/4).

Agiel kemarin sore tengah jogging mengelilingi alun-alun bersama beberapa temannya. Mengetahui kondisi totoar rusah, mereka memilih berlarian di badan jalan. ‘’Takut jatuh pas lari kencang,’’ ujar pemuda asal Jalan Bernadipa, Margomulyo, Ngawi, itu.

Pantauan Radar Ngawi, jenis kerusakan trotoar Alun-Alun Merdeka beragam. Mulai keramik mengelupas, pecah berbentuk memanjang, hingga raib dari tempatnya. Paling parah di sisi timur alun-alun. Badan trotoar sepanjang sekitar lima meter hancur berantakan. Kondisi itu memaksa pejalan kaki menghindar lantaran khawatir jatuh maupun terkena pecahan keramik.

Kerusakan trotoar di kawasan Alun-Alun Merdeka bukan tidak diketahui pemkab setempat. Kendala klasik nihil bujet disebut menjadi penyebab hingga kini belum dilakukan perbaikan. ‘’Tahun ini tidak ada anggaran untuk itu (perbaikan trotoar alun-alun, Red),’’ sebut Kabid Tata Ruang dan Tata Bangunan DPUPR Ngawi Noor Hasan Muntaha.

Kebutuhan selain perbaikan trotoar di kawasan alun-alun disebut Hasan masih banyak. Pun, dia tidak bisa memastikan kapan pihaknya akan melakukan perbaikan. ‘’Akan kami usulkan di 2020 nanti. Terealisasi atau tidak kami juga belum tahu,’’ ungkapnya.

Hasan mengamini bahwa alun-alun merupakan wajah utama dari sebuah daerah. Apa yang terpampang di sana menjadi cerminan. ‘’Rencana perbaikan selalu ada. Tapi ya itu tadi kendalanya. Kalaupun bisa dikejar nanti, perbaikan dilakukan bertahap mengingat biaya yang diperlukan tidak sedikit,’’ pungkasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here