Menyeberang Sungai demi Bisa ke Sekolah

74

PACITAN – Tri Marifatun Nafiah mengaduh karena kaki kanannya lecet. Sementara seragam putih merahnya basah kuyup karena tercelup air sungai. Pagi itu, bocah kelas VI SDN Karangrejo 1, Arjosari, itu terpeleset di sungai depan rumahnya. Bukan lantaran bermain air, namun saat menyeberang hendak berangkat ke sekolah. ‘’Bulan ini saja sudah dua kali jatuh,’’ katanya.

Lumrah baginya terpeleset di anak Sungai Grindulu, Dusun Wonoasri, Karangrejo, Arjosari, itu. Pun puluhan kali gadis 12 tahun itu harus ganti baju seragam saat berangkat sekolah. Sebab, sejak setahun silam, jembatan di desanya putus dan belum diperbaiki. Sehingga, dia dan teman-temannya harus menyeberang sungai saat berangkat dan pulang sekolah. Tak jarang, lantaran derasnya arus membuat terseret dan terjatuh. ‘’Kalau sudah basah harus pulang dulu ganti baju,’’ ujarnya.

Musim penghujan seperti saat ini jadi momok bagi Tri dan para pelajar setempat. Pasalnya, ketinggian air di depan rumahnya kerap berubah-ubah. Tak jarang, untuk menyeberang dia harus digendong ayahnya. Apalagi, bebatuan di sungai lumayan besar dan licin. Sehingga, saat air meninggi cukup membahayakan. ‘’Kalau airnya kecil berani, tapi kadang juga diantar Ibu,’’ terangnya.

Bagi warga setempat, jembatan menjadi barang mewah. Itu sejak banjir batu  material proyek Waduk Tukul dan Gunung Parangan akhir 2017 silam yang memutus jembatan di dusun setempat. Sejatinya, secara swadaya warga setempat pernah membangun jembatan darurat. Namun, kembali hanyut diterjang banjir. Akibatnya, setahun terakhir, warga harus menyeberangi sungai untuk keluar masuk dusun. ‘’Kalau banjir terpaksa gak sekolah, akhir-akhir ini juga sudah mulai bahaya airnya,’’ ungkapnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak basah, para pelajar pilih mengenakan pakaian lain sebelum menyeberang. Pun, sepatu dan tas dimasukkan ke kantong plastik. Setelah sampai di seberang, mereka baru mengenakan seragam dan mengeluarkan peralatan sekolah. ‘’Takutnya kalau basah gak bisa dipakai sekolah,’’ ucapnya sembari berharap jembatan di dusunnya segera dibangun kembali. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here