Menyaru Anggota Satpol PP, Dua Oknum Staf Kecamatan Pungli Warkop

455

NGAWI – Memalukan. AHW, 44, dan YP, 41, diduga telah melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli) dengan menyaru sebagai anggota satpol PP. Masih mujur, kedua oknum PNS di Kecamatan Padas itu hanya diusulkan mendapat sanksi administratif. ‘’Tapi kalau mengulangi perbuatannya lagi akan diajukan ke ranah hukum,’’ kata Kepala Satpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono kemarin (21/1).

Heru menjelaskan, kasus dugaan pungli yang mencatut nama korpsnya itu diketahui setelah ada laporan masuk dari kepolisian. Dua orang yang mengaku anggota Satpol PP Ngawi bernama Agung dan Bambang meminta uang ke sejumlah warung kopi (warkop) di Desa Dawung, Jogorogo, dan sekitarnya. ‘’Katanya yang nyuruh saya untuk pengamanan menjelang tahun baru dan kebutuhan ke luar kota,’’ ungkap Heru.

Tak pelak informasi itu membuat Heru kaget. Sebab, dia merasa tidak pernah menyuruh anak buahnya menarik upeti ke pemilik warung. Setelah ditelusuri akhirnya diketahui bahwa dua oknum PNS yang menyaru sebagai anggotanya itu adalah staf di Kecamatan Padas. ‘’Langsung saya perintahkan untuk dijemput paksa dan dibawa ke sini (kantor satpol PP, Red),’’ ujarnya.

Saat diinterogasi, awalnya AHW dan YP berkelit telah melakukan pungli. Keduanya baru mengakui perbuatannya setelah petugas satpol PP mengkonfirmasi langsung pemilik warkop yang menjadi korban. ‘’Lalu kami minta membuat pernyataan kalau mengulang lagi akan diproses hukum,’’ paparnya.

Informasi yang dihimpun, selama ini kedua oknum PNS yang belakangan diketahui merupakan mantan anggota satpol PP itu memang dikenal nakal. Bahkan, sejak korps penegak perda masih dipimpin Rahmat Didik Purwanto.

‘’Yang jelas, setiap kunjungan per PSK (pekerja seks komersial, Red) dimintai Rp 100 ribu,’’ sebut Heru soal nominal uang yang ditarik dari pemilik warkop.

Kedua oknum PNS itu, kata dia, juga mengaku telah meminta uang sekitar Rp 1 juta menjelang tahun baru lalu.

Heru mengaku telah meminta pihak kecamatan agar memberi sanksi tegas kepada kedua oknum PNS tersebut. ‘’Tidak hanya dipindahkan ke bagian lain, tapi kalau perlu diturunkan pangkatnya. Kami sudah kirimkan berita acaranya ke kecamatan, tinggal nanti mereka mengajukan ke BKPP (badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan, Red) untuk keputusan sanksinya,’’ urainya.

Camat Padas Harsoyo mengaku kaget dengan kasus dugaan pungli yang melibatkan dua stafnya itu. Pasalnya, dia menyebut AHW dan YP termasuk pegawai yang rajin dan disiplin. ‘’Di kantor kami itu siapa yang bagus dikasih reward, yang bandel ya kami sanksi. Keduanya (AHW dan YP, Red) termasuk yang bagus selama ini,’’ paparnya.

Harsoyo mengaku segera mengajukan kasus itu ke BKPP dan inspektorat. ‘’Kami akan kooperatif. Besok (hari ini, Red) kami ajukan ke pemkab. Soal sanksi administratif kami serahkan ke BKPP dan inspektorat nanti seperti apa bentuknya,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here