Menilik Kesiapan Daerah Menyelenggarakan Pemilu 2019

8

RADARMADIUN.CO.ID – Pesta demokrasi lima tahunan empat hari lagi digelar. Penyelenggara pemilu di seluruh daerah tengah disibukkan dengan sejumlah persiapan untuk menyambutnya. Pun kendala pengiriman logistik mengadang. Kerawanan sudah dipetakan. Siapkah KPU-bawaslu-pemda menggelarnya? Siapkah masyarakat mengikuti pemilu dengan damai dan kondusif?

——————————

Berbagai bentuk kerawanan mengintai penyelenggaraan pemilu di eks Karesidenan Madiun. Di Ngawi misalnya, cuaca membayangi ketakutan utama. Baik dalam pengiriman logistik maupun pelaksanaan pemilu 17 April mendatang. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Ngawi Syamsul Wathoni mengatakan paling waswas ancaman banjir. Sebab beberapa hari terakhir, hujan lebat masih acap turun. ‘’Kemungkinan besar jka terjadi banjir, TPS di lokasi tersebut dipindah ke tempat yang lebih tinggi,’’ katanya.

Begitu pula dalam pengiriman logistik. Hujan acap turun ketika KPU setempat mendistribusikannya. Seluruh logistik, kata Syamsul, dikemas plastik agar aman dari hujan. Pun pihaknya melibatkan aparat kepolisian untuk mengawal pengiriman logistik.

Lain halnya di Pacitan. Penyelenggaraan pemilu di ujung selatan Madiun Raya itu dibayangi kerawanan kerusuhan. Polres setempat sudah ancang-ancang mengamankan hajatan lima tahunan tersebut. Kapolres Pacitan AKBP Sugandi mengungkapkan, pihaknya tidak akan leha-leha. ‘’Kami kerahkan personel maksimal untuk menjaga kondusivitas selama pemilu,’’ tegasnya.

Sugandi membeber sejumlah rencana pengamanan yang akan diterapkan. Tiap 10 TPS bakal dijaga dua personel disamping petugas keamanan dari masing-masing TPS. Maklum, jumlah TPS di Pacitan banyak dan menyebar. Data KPU setempat terdapat 1.971 TPS plus dua TPS tambahan di rutan dan Ponpes Termas Arjosari.

Kamis (11/4), polres setempat menggelar simulasi pengamanan pemilu. Simulasi sengaja digelar dengan konsep kerusuhan, mengantisipasi jika hal itu terjadi 17 April mendatang. ‘’Diasumsikan ada beberapa ancaman dan gangguan kamtibmas. Bagaimana pun, seluruh pihak harus siap. Karena itu kami melibatkan petugas kepolisian, TNI, satpol PP, hingga bawaslu,’’ terang Sugandi.

Lain lagi Magetan. Daerah tersebut dicap rawan politik uang. Kendati belum ada temuan, penegak hukum tak boleh lengah. Wakapolres Magetan Kompol Djumadi mengatakan personel pengawas politik uang harus bekerja dengan benar. Mereka harus paham sasaran yang diawasi. Pun waktu terjadinya penyebaran uang untuk membeli suara pemilih. Penguasaan wilayah sangat jadi kunci. ‘’Jangan sampai tidak tahu jika wilayahnya ditemukan praktik politik uang,’’ terangnya.

Di Kota Madiun, aparat keamanan setempat bersinergi dengan pemkot untuk mengantisipasi berbagai isu kerawanan pemilu. Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto optimistis pemilu dapat terselenggara dengan lancar dan aman di kotanya. Pun masyarakat Kota Karismatik telah cukup dewasa dan melek demokrasi. Sehingga, sudah sepatutnya meredam potensi konflik. ‘’Sudah berkali-kali Kota Madiun menghadapi pemilu. Tentu masyarakat terus belajar untuk semakin baik dalam berpartisipasi di pemilu,’’ ungkapnya.

Anjak Madya Roprovos Divpropam Mabes Polri Kombes Pol Awang Joko Rumitro beberapa waktu lalu juga mengumpulkan seluruh kasi propam polres di Korwil V Madiun, di Polres Madiun. Mabes Polri turun gunung menggelar monitoring, evaluasi, dan asistensi terkait pengamanan pemilu. Mereka ingin memastikan pemilu terselenggara dengan aman dan lancar di korwil V.

‘’Tingkatkan pengawasan sepanjang masa kampanye dan pencoblosan. Supaya potensi konflik bisa ditekan atau diantisipasi,’’ pesannya. (tif/gen/bel/her/naz/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here