Menggelandang-Ngamen di Terminal, Lima Anak Punk Diciduk Satpol PP

32
DIBINA: Salah seorang anak punk yang terjaring razia kemarin dipotong rambutnya usai mendapat pembiaan.

NGAWI – Wilayah Ngawi masih menjadi tempat nyaman bagi anak punk. Setidaknya, ada saja laporan warga yang masuk ke satpol PP setempat terkait keberadaan sekelompok remaja yang biasa hidup nomaden itu lantaran ulahnya dinilai meresahkan.

Rabu pagi (19/6), petugas satpol PP mengamankan lima anak punk, dua di antaranya perempuan. Mereka diciduk saat mengamen di terminal Sidowayah, Kedunggalar. ‘’Mereka mangkal di terminal sambil mengamen kepada pengunjung,’’ kata Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Ngawi Irwan Budiarto.

Irwan menuturkan, aktivitas mengamen itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Ngawi Nomor: 1/2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kamtibum). ‘’Tinggal di tempat umum atau disebut menggelandang juga sama (melanggar Perda Kamtibum, Red), tapi pasalnya berbeda,’’ ungkapnya.

Setelah diamankan, kelima anak punk tersebut dibawa ke Mako Satpol PP Ngawi untuk mendapatkan pembinaan. ‘’Biasanya (sanksi) kami berikan bertahap, kalau baru pertama (terjaring razia) kami lakukan pembinaan dulu,’’ jelasnya. ‘’Setelah dilakukan pembinaan, yang berstatus warga lokal langsung dipulangkan ke rumah. Sedangkan yang dari luar daerah diserahkan ke dinsos,’’ imbuhnya.

Irwan menuturkan, jika setelah dikembalikan ke orang tuanya mereka masih menggelandang kembali, sanksi lebih berat akan diberikan. ‘’Semua yang pernah kami amankan ada datanya di sini, jadi tinggal cek saja,’’ ujarnya kepada Radar Ngawi.

Irwan menyebut, sepanjang semester pertama tahun ini pihaknya sudah membina sekitar 50 anak punk. Sebagian berasal dari luar daerah. Pun, dari lima yang diamankan kemarin, dua di antaranya merupakan warga Semarang, Jawa Tengah. ‘’Kami juga menelusuri latar belakang mereka, kenapa melakukan itu (mengamen dan menggelandang, Red),’’ ungkapnya.

Angga, salah seorang anak punk yang diamankan petugas, mengaku memahami penjelasan pihak satpol PP saat menerima pembinaan kemarin. ‘’Katanya kami meresahkan warga sekitar, makanya dibawa ke sini (mako satpol PP, Red),’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here