Mengenaskan! Begini Kondisi Pustu Sarangan

241

MAGETAN – Berada di kawasan wisata tak lantas membuat kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) Sarangan terlihat layak. Justru, pustu itu malah terlihat mengenaskan. Atap dari seng rusak parah pasca diterjang angin kencang. Cat juga banyak mengelupas. Warga setempat mengeluh. ’’Kalau ada yang sakit kan bisa dilayani, tapi ini kondisinya parah,’’ kata Sukarmin, salah seorang warga Kelurahan Sarangan.

Pantauan Radar Magetan, puskesmas bercat oranye pudar itu memprihatinkan. Utamanya bagian atap sudah menyingkap karena terjangan angin. Selain itu, kondisi lantai dua kosong, tidak ada meja satu pun yang ada di situ. Namun, terlihat ruang pelayanan masih terbuka.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Magetan Furiana Kartini mengamini kondisi pustu tersebut. Namun, memang letak geografis dari pustu tersebut tidak memungkinkan untuk tetap bisa bertahan. ’’Karena sering terkena angin, angin di sana itu cukup kencang,’’ ujarnya.

Dia menyebut sudah beberapa kali mengganti jenis genting. Hingga yang terakhir adalah seng. Genting pun sudah pernah digunakan, tapi tetap saja masih ada kerusakan. Sampai akhrinya diganti seng yang sekiranya mampu diikat dan dipaku dengan kuat, tapi tetap masih bisa diterjang angin. ’’Sudah pernah diberi penghalang, tapi tetap saja rusak,’’ bebernya.

Dia menyebut untuk 2019 sudah dianggarkan sebanyak Rp 200 juta. Namun, Furiana mengungkap belum bisa memastikan jenis atap seperti apa lagi yang akan digunakan. Mengingat beberapa jenis sudah tak cocok dengan kondisi alam di sekitar pustu. ’’Nanti kami ajak tim perencananya, kira–kira nanti seperti apa atap yang cocok untuk ini nanti,’’ tuturnya.

Furiana menyebut bahwa pustu memang terdiri dua lantai. Lantai satu saat ini masih bisa digunakan untuk pelayanan. Sementara, lantai dua untuk ruang administrasi. Namun, lantai dua tidak dipakai secara maksimal karena kondisi atap tidak memungkinkan. Meski begitu, ruang pertemuan masih bisa dipakai. ’’Ruang pertemuan di lantai dua tidak terlalu terdampak,’’ ujarnya.

Bupati Magetan Suprawoto sudah mengecek pustu tersebut. Bisa saja kebijakan bupati baik memindah atau melakukan rehab total. Kemungkinannya bisa apa saja termasuk memindah lokasi pustu yang rawan kena empasan angin. ’’Masih tergantung ke bupati, nanti mau dibuat seperti apa,’’ katanya.

Selama ini memang banyak kerusakan–kerusakan. Baik yang besar maupun kecil. Pustu yang masih berada di bawah naungan Puskesmas Plaosan itu terkadang mendapat bantuan perbaikan dari Puskesmas Plaosan. Selebihnya untuk kerusakan yang cukup parah, dana perbaikan jelas dianggarkan dari APBD. ’’Akan kami usahakan supaya ke depan bisa dimaksimalkan penggunaannya,’’ pungkasnya. (mg4/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here