Mengenang Jejaring Sosial dari Generasi ke Generasi

32

RadarMadiun.co.id – Pertemanan dunia maya tidak terbatas, meski banyak platform-nya telah ditutup. Jejaring sosial dan chatting itu terus beregenerasi.

PING! Istilah itu segera menjadi kenangan setelah seantero negeri ini dikejutkan dengan kabar BlackBerry Messenger (BBM) tutup usia 31 Mei mendatang. Riwayat tamat istilah dalam chatting bukan kali ini saja terjadi. Jauh sebelumnya, ada “ASL PLS” singkatan dari age, sex, location, plis di perangkat lunak mIRC. ‘’Kangen dengan istilah perkenalan ASL PLS,’’ kata Yoki Fitdiyantoro.

Jauh sebelum WhatsApp (WA), Line, dan Telegram, menguasai dunia chatting, layanan mIRC begitu digandrungi pada periode 1990-an hingga awal milenium. Warung internet (warnet) selalu menyediakan aplikasi tersebut di setiap komputer. Setelah tutup, bermunculan layanan dengan konsep sejenis seperti mig33, MXit, Yahoo Messenger (YM). ‘’Saya menggunakan mIRC awal 2000-an,’’ kenang pria 33 tahun itu.

Warga Kelurahan Purbosuman, Ponorogo, itu juga menjalin pertemanan di dunia maya. Sebelum ada Facebook (FB), dia sering bermain Friendster (FS). Medsos itu memberikan keleluasaan bagi user untuk mendesain background semenarik mungkin. Ketentuan itu pun tidak disiakan demi menarik perhatian pengguna lainnya sebagai kawan baru. ‘’Browsing cari gambar yang menarik untuk dijadikan wall,’’ ujarnya.

Jejaring medsos yang sudah tamat riwayatnya tersebut hanya bisa didengar Warda Septiana tanpa bisa menikmatinya. Pelajar kelas XII salah satu SMA di Ponorogo mengetahuinya dari postingan akun Instagram, yakni generasi90an yang coba mengingatkan keberadaan medsos lawas. Saking penasarannya, dia mencari informasi dari artikel yang tersebar di internet. ‘’Saya seolah terbawa mesin waktu yang berjalan mundur. Seperti diiming-imingi banyak hal yang dinikmati anak era 90-an,’’ ucapnya. (nur wachid/cor)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here