Menengok Tradisi Imlek Keluarga Chrismilia Natalia

88

Momen Imlek selalu menjadi hal spesial bagi Nonik. Karena itu merupakan salah satu kesempatan bagi pemilik nama asli Chrismilia Natalia tersebut berkumpul dengan keluarga besarnya.

—————–

CHRISMILIA Natalia alias Nonik memasuki restoran miliknya dengan perlahan. Napasnya terengah-engah. Tak ada jeda. Sambil menenteng hio. Tapi, perempuan 48 tahun itu tetap melangkahkan kakinya hingga di bagian tengah tempat makan.

Disitu sudah ada altar. Serta berbagai jenis buah-buahan untuk persembahan kepada dewa. Langit-langit restoran juga berhiaskan lampion. Sejurus kemudian, dia menancapkan hio itu ke tempatnya. Nonik berdiri lurus di depan altar. Mulutnya bergumam. Seraya memanjatkan doa kepada leluhur.

Ritual itu sudah berlangsung turun-temurun. Sejak, Elsje Martini, ibunya masih hidup. Hingga, kini keturunan ke-6. Tradisi sembahyang itu selalu dijalani oleh Nonik bersama dengan keluarga besarnya secara sederhana. Setiap Imlek tiba. Sebab, bagi owner hotel Srikandi itu, tahun baru bagi warga Tionghoa tersebut adalah momen kebersamaan. ‘’Saya rasa tradisi leluhur (Imlek) ini adalah hal yang baik. Sebab, selalu ada harapan di tahun baru untuk masa depan yang lebih baik,’’ kata Nonik kepada Jawa Pos Radar Pacitan, Selasa (4/2) lalu.

Meski tidak semua tradisi Imlek dijalankan, masih ada hal-hal yang tetap dilakukan saat Imlek tiba. Seperti tradisi bagi-bagi angpao saat keluarga besar berkumpul. Selain itu, membuat hiasan saat Imlek juga dilakukan Nonik sekeluarga.

Setiap tahun dia membuat hiasan dari sebagian ranting pohon yang dibersihkan dari daunnya. Dan, menghias restorannya yang berada di Jalan Ahmad Yani itu layaknya kelenteng. ‘’Pada dasarnya makna Imlek bagi keluarga kami adalah bersyukur atas segala anugerah. Juga merenungkan kembali perjalanan kita selama setahun terakhir,’’ ungkap ibu dari Yohanes Elang Samudra (20) dan Yohana Rimba Gemintang (17) itu.

Tradisi keluarga itu selanjutnya ditutup dengan acara makan bersama. Setelah sebelumnya Nonik sekeluarga berdoa agar Pacitan dijauhkan dari bencana. ‘’Mudahan-mudahan diberikan kelancaran (rezeki),’’ kata Nonik. ***(sugeng dwi/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here