Mendikbud Janjikan Perbaikan Alat Peraga Pendidikan

63

PONOROGO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyesalkan banyaknya kerusakan alat peraga pendidikan di SMKN 2 Ponorogo. Banjir membuat sekolah menengah kejuruan itu menanggung kerugian materi hingga Rp 2,8 miliar. Genangan air merusak alat praktik tata boga, busana, hingga kecantikan.

Menteri asal Kabupaten Madiun itu berpendapat, kerusakan fatal tidak akan terjadi jika pihak sekolah cermat. Seharusnya, pihak sekolah menempatkan alat praktik di lantai dua. Atau, di ruang yang tidak terjangkau genangan. ‘’Daerah sini kan rawan banjir. Pihak sekolah seharusnya sudah bisa mengantisipasi,’’ katanya kemarin (12/3).

Di sekolah itu, Muhadjir juga mengkritik konstruksi saluran air yang dipandangnya kurang optimal. Pihak sekolah diminta membenahi saluran irigasi. Apalagi letak sekolah lebih rendah dari permukaan jalan di depan. Diperlukan tata ruang sekolah yang mempertimbangkan aspek penanggulangan bencana. ‘’Agar kejadian serupa tidak terjadi kembali,’’ ujarnya.

Terkait pendanaan, pihaknya memastikan perbaikan saluran irigasi dan sejumlah alat praktik dialokasikan dari dana alokasi khusus (DAK). Dalam kesempatan itu mendikbud juga menerima usulan perbaikan dan pemulihan. ‘’Atau dana dari provinsi kita tarik untuk perbaikan dan pemulihan,’’ lanjutnya.

Sekolah di dekat Sungai Paju itu sempat tergenang satu meter. Muhadjir berharap dampak banjir tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar (KBM). ‘’Semoga tidak mengganggu aktivitas belajar dan persiapan ujian,’’ ucapnya.

Kepala SMKN 2 Ponorogo Sujono membenarkan besarnya dampak kerugian yang disebabkan banjir dua hari lalu. Alat-alat peraga pendidikan yang berada di lantai satu tidak terselamatkan. ‘’Banjirnya malam hari dan kebetulan besoknya pas tanggal merah,’’ kata Sujono.

Sujono menuturkan, fungsi alat peraga pendidikan itu sangat vital dalam mendukung pembelajaran. Untuk sementara waktu, siswa harus memakai alat peraga lama yang masih manual. ‘’Siswa praktik menjahit menggunakan peralatan lama. Karena peralatan yang terendam banjir sudah tidak bisa digunakan,’’ ujarnya.

Sujono pun berharap praktik pembelajaran di sekolahnya lekas berjalan normal. Dia sendiri tak menyangka, banjir yang datang tiba-tiba akhirnya merusak alat peraga pendidikan yang sejatinya baru didatangkan dua bulan lalu. ‘’Semoga pengajuan bantuan kami diterima agar siswa kembali dapat menggunakan alat yang lebih modern,’’ harapnya.

Bertolak dari SMKN 2, Muhadjir juga meninjau kondisi terkini SMAN 3 Ponorogo. Sekolah yang juga terdampak banjir itu juga menanggung rugi materi hingga Rp 257 juta. Atas kerusakan alat tulis kantor (ATK) dan sederet alat praktik laboratorium kimia maupun fisika. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here