Mendesak, Perbaiki Dua Jembatan Uzur

58
ASET NEGARA: Jembatan Manguharjo dan Branjangan yang gambarnya diambil dari atas udara. Dua jembatan itu diusulkan untuk mendapatkan perbaikan ke Kementerian PUPR oleh DPRD dan Pemkot Madiun.

MADIUN – Rencana perbaikan Jembatan Manguharjo dan Branjangan kembali mengapung. Setelah anggota komisi III DPRD Kota Madiun mengusulkan rehabilitasi jembatan tersebut ke pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

Dalam usulannya itu, dewan melampirkan sejumlah alasan terkait perlunya dilakukan perbaikan dua jembatan tersebut. ’’Pada prinsipnya, usulan itu sudah dibawa ke musrenbangprov dan sudah dicentang. Biasanya kalau sudah begitu dilanjutkan dibahas dalam musrenbangnas,’’ ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun Bondan Panji Saputro.

Untuk memastikannya, Panji mengaku sudah berkonsultasi dengan Kementerian PUPR. Karena memang dua jembatan itu telah lama tidak mendapat sentuhan perbaikan. Misalnya, Jembatan Manguharjo. Jembatan yang membentang sepanjang 250 meter itu sudah hampir dua dekade tak diperbaiki.

Kondisi serupa juga terjadi pada Jembatan Branjangan. Jembatan yang menghubungkan antara wilayah kota dan kabupaten Madiun tersebut bahkan sama sekali belum pernah diperbaiki sejak dibangun sekitar tahun 1970 silam. ’’Padahal, sesuai sistem jaringan jalan dan jembatan, apabila umur konstruksi bangunan jembatan sudah lebih dari 20 tahun harus segera mendapatkan perbaikan,’’ jelas Panji.

Menurutnya, perbaikan itu bisa berupa peningkatan aspal maupun pelebaran jalan. Termasuk pengecekan kondisi tiang jembatan tersebut. Karena hampir setiap tahun tiang dua jembatan itu selalu diterjang sampah bambu. ’’Kalau dengan usia jembatan Manguharjo saat ini perlu adanya penyesuaian dengan kondisi sekarang,’’ kata politikus Partai Demokrat itu.

Saat ini, lanjut Panji, volume kendaraan yang melintas di jalan tersebut meningkat. Begitu juga dengan volume traffic lalu lintas yang makin padat membuat jembatan itu rawan dari sisi konstruksinya. ‘’Jadi, perlu direhab,’’ sarannya.

Dia memastikan proposal perbaikan Jembatan Manguharjo sudah diajukan ke Kementerian PUPR. Usulan itu bersamaan dengan rehabilitasi Jembatan Branjangan. ’’Khusus Jembatan Branjangan itu kami sudah tanyakan siapa pengelolanya, tapi belum mendapat kepastian,’’ ujarnya.

Padahal, kata Panji, kondisi jembatan itu sudah rusak. Aspal lantai jembatan itu mengelupas dan banyak lubang di mana-mana. ‘’Kami sudah tanyakan ke Pemkab Madiun tapi tidak diakui. Meskipun posisinya berdekatan dengan Desa Sambirejo. Begitu juga saat kami tanyakan ke pusat, masih dicari. Apakah betul jembatan itu merupakan aset Kementerian PUPR,’’ bebernya.

Karena tak ada kejelasan tentang status jembatan tersebut, Panji mengaku pemkot mengaku kesulitan untuk melakukan perbaikan. Sementara, fungsi jembatan itu sangat vital bagi masyarakat Kota Madiun dan sekitar. ‘’Tapi, tahunya masyarakat itu jembatannya merupakan milik pemkot,’’ jelasnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here