Menara Telekomunikasi Disoal, Warga Darmorejo Takut Ketiban Tower

37
BELUM DIOPERASIKAN: Tower di Darmorejo, Mejayan, ini diresahkan warga karena belum dilengkapi pagar pengaman dan penahan getaran.

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Menara telekomunikasi di Desa Darmorejo, Kecamatan Mejayan, disoal warga. Sejak dibangun setahun silam, masih terlihat ’’telanjang’’. Lantaran berdiri tanpa pagar maupun dinding pembatas. Tower setinggi 25 meter itu pun belum  dilengkapi penahan getaran.

Tak ayal, kondisi itu membuat warga sekitarnya waswas. Apalagi, musim kemarau ini tiupan angin sedang kencang-kencangnya. Warga tak tahu-menahu, apakah pembangunan tower base transceiver station (BTS) itu telah selesai. Atau, dihentikan tengah jalan. ‘’Hanya disangga besi kecil,’’ ungkap Sumartini, warga yang tinggal di depan tower.

Setiap bulan, lanjutnya, ada petugas yang melakukan pengecekan. Namun, tak banyak informasi yang bisa didapatkan. Dari provider manakah tower yang berdiri di atas tanah seluas 200 meter persegi itu. Warga pun dibingungkan kelangsungan kompensasi sebagaimana telah disepakati sebelumnya. ‘’Waktu itu dikumpulkan (sekitar 50 KK di radius 100 meter, Red). Kontraknya sebelas tahun. Baru sekali diberi Rp 2,5 juta. Kami tidak tahu nantinya bagaimana,’’ ucapnya bingung. (mgc/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here