Membran Amphiteater Alun-Alun Rusak Parah

28

NGAWI – Atap bangunan jenis membran tampaknya kurang bersahabat dengan kondisi cuaca Ngawi. Tanpa kecuali yang berbahan PVC polyvinyl flour impor dari luar negeri sekalipun. Buktinya, sejumlah fasilitas di alun-alun yang atapnya menggunakan material tersebut sudah kembali rusak. Padahal, baru dua tahun lalu diperbaiki. ‘’Kerusakannya karena angin kencang,’’ sebut Kepala UPT Alun-Alun Merdeka Ngawi Bodo Suseno kemarin (12/4).

Pantauan Radar Ngawi di lapangan, fasilitas alun-alun yang atap membrannya rusak paling parah adalah amphiteater. Kondisi robek tersebar di berbagai titik. Kondisi serupa terjadi pada atap lapangan tenis dan futsal. ‘’Semua sudah kami laporkan ke disparpora (Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ngawi, Red),’’ ungkap Seno.

Sejumlah fasilitas di Alun-Alun Merdeka itu dibangun pada 2015 lalu. Anggaran yang digelontorkan pemkab kala itu mencapai Rp 4,3 miliar. Proyek tersebut dikerjakan PT Mustika Persana Indah, kontraktor asal Surabaya. Dua tahun berselang usai dibangun, atap membran yang diimpor dari Jerman itu sudah rusak kendati rekanan menggaransi selama 10 tahun.

Sekretaris Disparpora Ngawi Mahmud Rosadi mengaku sudah menerima laporan dari pihak UPT terkait kerusakan itu. Pun, telah menghubungi rekanan yang dulu mengerjakan proyek tersebut. Namun, perbaikan belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. ‘’Karena mereka masih ada kerjaan di Lombok,’’ tuturnya.

Mahmud menyebut, perbaikan atap membran tersebut harus ditangani teknisi yang memiliki keahlian khusus. ‘’Informasi yang kami terima terakhir, nanti setelah pekerjaan di Lombok selesai, pihak rekanan akan langsung memperbaikinya,’’ ungkap Mahmud.

Namun, Mahmud menyatakan kerusakan akibat bencana itu tidak masuk dalam garansi yang diberikan rekanan. Karena itu, pihaknya harus mengalokasikan anggaran tersendiri untuk perbaikannya. ‘’Kalau rusak karena faktor bahannya masuk garansi, tapi ini kan rusaknya karena bencana,’’ jelasnya.

Adakah rencana pemkab mengganti bahan membran itu? Mahmud mengaku telah mengusulkan kepada pimpinan. ‘’Rencananya nanti diganti dengan bahan yang lebih awet,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here