Melonjak, Dicukupi Bawang Putih Impor

17

MADIUN – Kebutuhan akan bahan pokok menjelang Ramadan melonjak drastis di Kota Madiun. Beberapa di antaranya adalah bawang putih dan bawang merah. Kondisi itu di luar perkiraan pemkot.

Untuk mencukupi permintaan tersebut, mereka sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. ‘’Kami sudah dapat pasokan untuk komoditi bawang putih. Karena memang permintaannya cukup tinggi. Sementara, Kota Madiun sendiri bukan daerah penghasil,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto kemarin (24/4).

Diakuinya, persoalan ini tidak hanya terjadi di level daerah. Namun sudah berada pada tataran nasional. Bahkan, pemerintah sudah menerapkan kebijakan impor bawang putih untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan. ’’Tentunya yang dapat kami lakukan mengawal distribusi (bawang putih) dari Surabaya ke Madiun,’’ ungkapnya.

Sebelumnya pemkot sudah mendapat pasokan kebutuhan bawang putih sebanyak 4 ton. Stok itu kemudian dibagikan ke pedagang yang berada di Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Sleko. ‘’Kami mintakan lagi empat kali dari pasokan awal. Jadi, sekitar 16 ton. Insya Allah itu sangat cukup,’’ ujar Rusdiyanto.

Dia tak menyangka permintaan akan bawang putih naik drastis. Sementara, daerah tetangga yang biasa memasok komoditi salah satu bahan pokok tersebut juga mengalami penurunan jumlah produksi. Sehingga, pemkot coba mengupayakan dengan cara melakukan impor. ’’Ya, yang kami harapkan impor itu tadi. Kami minta ke provinsi agar kebutuhan bawang putih bagi masyarakat Kota Madiun bisa segera dicukupi,’’ terang mantan kepala BPKAD itu.

Kendati demikian, Rusdiyanto memastikan pemkot bakal berusaha menjaga agar stok kebutuhan bahan pokok pada saat Ramadan dan Lebaran aman. Tujuannya supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat. Sehingga berdampak pada tingginya inflasi. ’’Kami akan lakukan operasi pasar apabila kondisi yang ada memang perlu dilakukannya operasi pasar,’’ ujarnya.

Sementara itu, pantauan Radar Madiun, harga-harga kebutuhan pokok dan bahan pangan menjelang Ramadan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Besar Madiun (PBM) mengalami kenaikan. Lonjakan harga paling tinggi pada bawang putih mencapai Rp 46.000 per kilogram. ‘’Harga bawang putih naik rata-rata Rp 5.000 per kilogram tiap minggu sejak sekitar satu minggu lalu dari harga Rp 35.000 per kilogram,’’ ujar Titin seorang pedagang di PBM, kemarin (24/4).

Menurut Titin, pasokan terbatas turut berkontribusi terhadap kenaikan harga bawang putih. Sepengetahuannya, bawang putih yang ada di pasaran adalah barang impor. Selain bawang putih, harga bawang merah juga merangkak naik sejak lebih dari dua pekan lalu dari harga Rp 25.000 menjadi Rp 37.000 hingga Rp 40.000 per kilogram pada saat ini. ‘’Bawang merah di Kota Madiun, rata-rata berasal dari Kediri dan Nganjuk,’’ ungkapnya.

Selain jumlah pasokan menurun, menurut beberapa pedagang, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih membuat para pedagang juga enggan membeli stok dalam jumlah besar karena takut harga terkoreksi turun. Selain harga bawang merah dan bawang putih, beberapa bahan kebutuhan pangan juga mengalami kenaikan meskipun tidak begitu mencolok. Salah satunya, harga telur ayam yang kini juga naik menjadi Rp 23.000 hingga Rp 24.000. ‘’Harga telur ayam sebelumnya stabil di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram,’’ ujar Titin. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here