Ngawi

Melanggar Aturan Jam Berjualan, Belasan Lapak PKL Dibongkar Paksa

NGAWI – Larangan bagi pedagang kaki lima (PKL) berjualan sebelum pukul 16.00 bukan sekadar gertak sambal. Buktinya, Selasa(7/5) satpol PP mengamankan belasan gerobak milik PKL yang dibiarkan tegak berdiri di lokasi mereka biasa berjualan, meski belum memasuki pukul 16.00. ‘’Kami hanya menindaklanjuti surat imbauan yang disampaikan sebelumnya,’’ kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono.

Arif mengungkapkan, sehari sebelum memasuki Ramadan pihaknya mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh PKL di wilayah Ngawi Kota. Isinya, mereka dilarang berjualan pada pukul 06.00 hingga 16.00. ‘’Jadi, aturan ini tidak melarang mereka berjualan, tapi hanya mengatur kapan mereka bisa berjualan,’’ tuturnya.

Sebenarnya, lanjut Arif, mayoritas PKL mematuhi imbauan tersebut. Buktinya, tidak banyak pedagang yang beroperasi sebelum pukul 16.00. Sayangnya, mereka enggan membongkar gerobaknya dan membiarkannya berdiri tegak di trotoar maupun bahu jalan.

Karena itu, korps penegak perda langsung mengambil langkah tegas. Lapak PKL yang ditinggalkan di pinggir jalan maupun trotoar dibongkar paksa. Seharian kemarin sedikitnya 15 gerobak diangkut petugas ke kantor satpol PP. ‘’Untuk yang pembongkaran ini akan terus dilakukan secara bertahap sampai semua PKL mau mematuhi aturan atau imbauan yang kami keluarkan,’’ paparnya.

Arif menambahkan, upaya pembongkaran paksa itu terpaksa dia lakukan lantaran surat peringatan yang disampaikan kepada sejumlah PKL untuk membongkar sendiri lapaknya tidak digubris. ’’Untuk  hari ini (kemarin, Red) kami lakukan penertiban di Jalan Yos Sudarso, Trunojoyo, Jaksa Agung Suprapto, dan Teuku Umar. Setelah ini ruas jalan lainnya,’’ bebernya.

Sementara, seorang pedagang PKL yang enggan namanya dikorankan mengaku pasrah saat petugas satpol PP membongkar lapaknya di Jalan Teuku Umar kemarin. Dia mengaku tidak mengetahui adanya surat peringatan dari satpol PP untuk membongkar lapak sebelum jam operasional. ‘’Soalnya, kemarin (Senin, Red) saya libur, jadi tidak tahu,’’ kilahnya.

Meski pasrah lapaknya dibongkar paksa petugas, dia meminta satpol PP tidak tebang pilih. Semua PKL yang melanggar harus ditertibkan sehingga tidak menimbulkan kecemburuan di kalangan pedagang. ‘’Kalau mau ditertibkan tidak masalah, ini juga bulan puasa. Tapi jangan pilih kasih, harus adil,’’ pintanya. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close