Mei hingga Agustus Musim Ubur-Ubur Terdampar di Pantai

35
WAJIB WASPADA: Pantai Teleng Ria Pacitan masih ramai wisatawan meski libur Lebaran telah usai Rabu (12/6)

PACITAN – Mei hingga Agustus merupakan musim ubur-ubur terdampar di pantai. Padahal rentang waktu tersebut berbarengan dengan libur Lebaran dan sekolah. Kondisi ini membuat Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan resah. Dikhawatirkan para wisatawan enggan berkunjung ke pantai lantaran takut tersengat.

Sebab, jika binatang laut berwarna biru bening tersebut kontak langsung dengan manusia bisa menyebabkan kulit melepuh seperti luka bakar hingga badan meriang. ‘’Setiap tahun memang muncul ubur-ubur dan siklusnya berulang,’’ kata Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan Budi Hartoko Rabu (12/6).

Menurut Hartoko, pihaknya tak dapat berbuat banyak menghadapi feomena alam tersebut. Faktor alam membuat binatang bernama latin Physalia itu terdampar ke pantai. Kemunculannya pun tak pasti. Sehingga, sulit diantisipasi. Pihaknya hanya bisa mengimbau para pelancong waspada saat bermain air pantai. ‘’Laporan yang kami terima memang ada beberapa wisatawan yang tersengat tapi langsung sembuh setelah mendapat perawatan,’’ ujarnya.

Saat ini pihaknya memasang beberapa rambu peringatan di pantai yang acap didapati ubur-ubur. Para lifeguard atau penjaga panati juga diminta memberi pemberitahuan lewat pengeras suara kepada pengunjung. Terlibih saat angin kencang beberapa hari terakhir, ubur-ubur berpotensi muncul dan bersentuhan dengan manusia. ‘’Sebenarnya ubur-ubur berasal dari tengah laut, tapi terbawa arus sampai ke pantai,’’ jelasnya.

Meski begitu Hartoko memastikan musim ubur-ubur tak berdampak signifikan pada tingkat kunjungan wisatawan. Terbukti, di beberapa objek wisata pantai seperti Klayar, Watukarung, dan Pancer Door, kunjungan wisatawan tetap tinggi. Bahkan hingga Selasa (11/6) masih dipadati pengunjung. ‘’Namun tetap kami imbau berhati-hati,’’ pesannya.

Sebelumnya, sengatan ubur-ubur sempat terjadi di beberapa objek wisata pantai. Di Pantai Kasap, Jumat (7/6) lalu, tujuh orang harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan akibat sengata ubur-ubur. Sementara, di Pantai Klayar sejak Sabtu (8/6) hingga Senin (10/6) belasan wisatawan tersengat. Ukurannya yang kecil serta warna yang menyerupai air laut membuat binatang tersebut sulit dikenali. Terlebih banyak pengunjung yang penasaran dan menjadikan binatang bertentakel ini untuk mainan. ‘’Ada wisatawan yang ngeyel walau sudah diberitahu ada ubur-ubur beracun,’’ sesalnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here