Mega Pro-Karisma Adu Moncong, Dua Pengendara Tewas

471

PONOROGO – Dalam kurun waktu 24 jam, tiga orang harus meregang nyawa di jalanan Ponorogo. Kecelakaan paling parah terjadi di Jabung, Mlarak, kemarin pagi (20/12). Dua pengendara sepeda motor adu moncong dengan kecepatan 60 kilometer per jam hangus terbakar. Nyawa kedua pengendara tak terselamatkan meski sudah mendapat pertolongan di rumah sakit. Pasalnya, luka bakar yang mereka derita terlalu parah. ‘’Warga tak bisa langsung menolong karena api terlalu besar,’’ kata Eko Setiawan, 32, warga setempat.

Saat kejadian, Eko tengah berada di dalam rumahnya di tepi Jalan Raya Ponorogo-Mlarak. Sekitar pukul 10.00, dia dikejutkan suara benturan yang disusul ledakan dari kilometer 7-8. Keluar rumah, dia mendapati dua sepeda motor tergeletak di jalan dan terbakar, bersamaan dengan kedua pengendara dari masing-masing kendaraan. Warga baru bisa memberi pertolongan ketika api sudah mulai mereda. ‘’Saat api sudah padam, kedua pengendara masih hidup. Tapi lukanya sangat parah,’’ terangnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo Iptu Badri mengatakan, kedua korban itu Edi Lismono, 18, pelajar asal Wringinanom, Sambit. Lawannya, Ahmad Sukarni, 48, warga Mojorejo, Jetis. Begitu api padam, polisi langsung mengevakuasi kedua pengendara sepeda motor ke RSU Darmayu.

Kecelakaan bermula saat Edi yang mengendarai Honda Mega Pro AE 2755 SB dari arah Sambit dengan kecepatan 60 kilometer per jam berusaha menyalip mobil di tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Laju kendaraannya terlalu ke kanan. Tanpa dia ketahui, melaju Sukarni yang mengendarai Honda Karisma AE 2755 SB dari arah berlawanan,’’ jelas Badri.

Edi dan Sukarni tak mampu menghindar. Keduanya langsung adu moncong. Benturan keras dua kendaraan itu sampai menimbulkan percikan api. Diduga, bensin di tangki sepeda motor Edi penuh sehingga api langsung melalap kedua pengendara. Meski sempat dilarikan ke RSU Darmayu, nyawa keduanya tak tertolong lantaran luka bakar yang diderita terlalu parah. Informasi yang dihimpun dari rumah sakit, keduanya sempat bakal dirujuk ke RSUD dr Soedono. ‘’Selain luka bakar yang cukup parah sampai di kepala, Edi juga patah tulang kaki kanan. Sementara, Sukarni patah tulang tangan kanan dan luka bakar,’’ terang Badri memastikan kedua korban meninggal di rumah sakit. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here