Maut Menjemput saat Bersihkan Rumput

373

MADIUN – Muhammad Semen, santri Ponpes Al-Hudaa tergeletak tak bernyawa di belakang rumah orang tua asuhnya di RT 26, RW 4, Desa/Kecamatan Kebonsari, sekitar pukul 08.30, kemarin (25/4). Santri 21 tahun itu diduga hilang nyawa karena tersengat listrik saat membersihkan rumput. ‘’Ketika saya mendekat, sudah tergeletak,’’ ungkap Nafisatul Laili, 44, ibu asuh korban.

Nafisatul mengungkapkan, anak asuhnya sempat berpamitan untuk bersih-bersih belakang rumahnya. Sebelum melanjutkan kerja bakti ke ndalem kiai abdul hakim, pengasuh ponpes Al-Hudaa. ‘’Saat itu, saya pergi ke toko sebentar. Lalu bertemu guru sekolah yang mencari Semen,’’ terangnya.

Pertama kali mengetahui, Nafisatul tak berani menolong sendiri anak asuhnya yang sudah tergeletak tersebut. Dia sempat mendekat untuk memastikan kondisi Semen. Khoiri, suami Nafisatul yang kemudian mendatangi tempat kejadian curiga dengan kabel listrik di dekat korban. Ketika dicek, memang ada sengatan listrik. ‘’Sudah tidak bernafas, tapi sepertinya jantung masih berdetak,’’ ujar Nafisatul yang lekas membawa anak asuhnya itu ke RSUD Dolopo.

Nafisatul meratapi kepergian anak asuhnya untuk selamanya tersebut. Apalagi, anak yang telah diasuh sejak 5 tahun terakhir itu bakal diwisuda dalam waktu dekat ini. Sayang, maut terlebih dahulu menjemput santri asal Tuban tersebut. ‘’Almarhum anaknya rajin. Selain mesantren, dia juga merawat ayahnya yang sakit di sini,’’ tuturnya.

Kapolsek Kebonsari AKP Sumarji belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban. Diketahui, korban mengalami luka bakar di lengan kanan, dada, dagu, dan pipi. ”Selebihnya masih kami selidiki,” tegasnya. (fat/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here