Mau Direlokasi asal Ada Lahan Pengganti

84

MAGETAN – Rencana relokasi pedagang di Waduk Gonggang belum sepenuhnya matang. Buktinya ada sebagian pedagang yang masih menolak untuk direlokasi. Kendati wacana itu sudah diembuskan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo selaku otoritas pengelola waduk yang berada di Desa Janggan, Poncol tersebut.

Salah satu pedagang yang menolak direlokasi adalah Ahmad Arifin. Dia khawatir, apabila diminta pindah dari Waduk Gonggang, penghasilannya dari berjualan warung bakal berkurang. ‘’Saya sudah berjualan di sini sekitar dua tahun. Kalau saya direlokasi, nanti keluarga saya mau makan apa?’’ tanya Arifin.

Dia mengaku, sebenarnya imbauan BBWS Bengawan Solo agar tidak berjualan di sekitar Waduk Gonggang sudah lama dilakukan. Bahkan, para pedagang lainnya telah menerima tiga kali surat permintaan agar segera pindah. ‘’Tapi, saya memutuskan untuk tidak pindah,’’ ujar Arifin.

Pendapat berbeda dilontarkan Arista Putri, pedagang di sekitar Waduk Gonggang lainnya. Dia mengaku bersedia direlokasi asalkan pihak BBWS Bengawan Solo atau Pemkab Magetan bersedia membangunkan lapak. ‘’Kalau mau dikosongkan, kami sebenarnya siap-siap saja. Tapi, asalkan mereka siap mencarikan lahan pengganti (strategis) buat berjualan,’’ katanya.

Seperti diketahui, rencana BBWS Bengawan Solo akan merevitalisasi Waduk Gonggang sudah dibahas lama. Bahkan, Pemkab Magetan telah membebaskan 64 hektare lahan penduduk di sekitar waduk tersebut. Lahan itulah yang rencananya bakal dikembangkan menjadi objek wisata. Seperti dibangun camping ground, kolam renang, hingga guest house. (mgd/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here