Massa Pesilat Istighotsah, Minta Rekannya Bebas

49

PACITAN – Pengadilan Negeri (PN) Pacitan kembali digeruduk massa berpakaian serbahitam kemarin (29/3). Mereka adalah warga salah satu perguruan pencak silat. ‘’Kami menggelar istighotsah untuk memberi dukungan moral kepada rekan kami yang kesandung kasus hukum,’’ ujar Guntar Suyanto, koordinator aksi tersebut.

Mereka ingin rekannya yang diduga melakukan tindak kekerasan hingga korbannya meninggal dunia dibebaskan. Pasalnya, berdasarkan fakta persidangan sebelumnya, mereka yakin terdakwa tak bersalah. Sebaliknya, mereka menuding ada kejanggalan dalam persidangan. ‘’Melalui aksi solidaritas ini kami berharap adik kami (terdakwa, Red.) dibebaskan,’’ ucapnya.

Guntar mengungkapkan aksi serupa bakal kembali dilakukan saat sidang putusan kelak. Tak menutup kemungkinan jumlah massa lebih banyak. Pasalnya, tak sedikit rekan seperguruan yang ingin ikut aksi solidaritas tersebut. Mereka datang hampir dari seluruh Pacitan. ‘’Hari ini kami hanya istighotsah dan kembali lagi setelah salat Jumat untuk mendengarkan sidang,’’ paparnya

Terpisah Kapolres Pacitan AKBP Sugandi menyebut telah menyiagakan 250 personel gabungan. Sebanyak 30 di antaranya anggota TNI. Tak hanya di PN, pengamanan juga dilakukan di Kejaksaan Negeri Pacitan. Mengingat aksi sebelumnya, pihaknya sempat kecolongan saat sebagian massa mampir ke kejaksaan.

Sebelum menggelar aksi di PN, massa serbahitam berkumpul di lapangan Pojok, Sidoharjo, Pacitan. Sekitar pukul 10.30, dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat mereka menyusuri jalanan protokol Pacitan. Aksi tersebut sempat membuat sebagian jalur ditutup sementara dan dijaga ketat petugas keamanan.

Diketahui, kasus hukum tersebut berawal saat VB 17, serta GCP 17, melakukan tindak kekerasanan terhadap AG 16, saat melatih silat di Kecamatan Pringkuku tahun lalu. AG akhirnya meninggal dunia di rumah sakit diduga akibat akibat kejadian tersebut. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here