KriminalitasMadiun

Massa Kawal Sidang Pembunuhan Heru Susilo

Didakwa Pembunuhan Berencana

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perkara pembunuhan Heru Susilo, koordinator parkir di kawasan alun-alun Kota Madiun, mulai disidangkan Senin (25/11). Tiga terdakwa Heri Cahyono alias Gundul, Irwan Yudho Hartanto alias Kentir, dan Hari Prasetyo alias Ateng menjalani sidang perdana dengan mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Deni Niswansyah dan Ardinityaningrum di Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun.

Proses pembacaan dakwa ketiganya dilakukan terpisah. Pertama dibacakan adalah dakwaan terdakwa Heri Cahyono. Dalam dakwaan jaksa disebutkan bahwa terdakwa yang badannya dipenuhi tato itu dengan sengaja dan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

Selain itu, dia didakwa melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu hingga mengakibatkan kematian. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/9) sekitar pukul 14.00 bertempat di depan pintu rumah milik saksi Karmi yang beralamat di Jalan Genen nomor 20, RT 31, RW 2, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. ‘’Didakwa dengan pasal 340 yang utamanya (primer), kemudian subsider pasal 338,’’ terang JPU Ardinityaningrum.

Setelah itu, JPU membacakan dakwaan Irwan dan Hari. Keduanya didakwa telah sengaja memberi kesempatan, sarana, atau keterangan untuk melakukan kejahatan. Yaitu dengan sengaja dan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. ‘’Yang alternatif didakwa pasal 351 dan pasal 352,’’ imbuhnya.

Dalam persidangan kemarin, terdakwa yang tinggal di Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, itu lebih banyak menunduk. Heri juga tidak menyangkal dakwaan jaksa. Setelah dakwaan diperdengarkan, ketua majelis menutup sidang dan dilanjutkan pekan depan. Majelis meminta jaksa penuntut umum menyiapkan saksi-saksi. ‘’Agendanya pembuktian pada Senin (2/12). Rencananya kita panggil semua saksi. Lebih dari lima saksi,’’ kata Ardinityaningrum.

Perkara sidang pembunuhan itu menyita perhatian luas. Bahkan, ribuan massa dari salah satu organisasi pencak silat yang berpusat di Kota Madiun mendatangi PN untuk mengikuti jalannya sidang. Ratusan polisi juga dikerahkan untuk mengamankan sidang tersebut. ‘’Kami berharap pelaku dihukum mati sesuai dengan kesalahannya,’’ ucap koordinator massa Nanang Jinggo seuai persidangan.

Apalagi, kata dia, terdakwa melakukan aksi penusukan itu di depan anak korban. Sehingga, perbuatan tersebut dinilai tidak berperikemanusiaan. Karena itu, Nanang memastikan akan mengawal jalannya persidangan sampai selesai. ‘’Hukum harus ditegakkan,’’ tegasnya.

Pihaknya juga menyarankan agar dalam persidangan selanjutnya disediakan fasilitas sound system dan pengeras suara agar massa dari pihak korban bisa mengikuti jalannya sidang. Menanggapi hal tersebut, Hakim PN Kota Madiun Catur Bayu Sulistyo mengaku masih mempertimbangkannya. ‘’Kami berharap selama jalannya persidangan tidak terjadi apa-apa dan berjalan lancar,’’ ucap Bayu. (her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close