AdvertorialMadiun

Masjid Penangkal Korona Paling TOP

Tempat Ibadah Dibuka, Wali Kota Dicinta

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Masjid menjadi sarana terbaik untuk berdoa. Buktinya di Kota Madiun. Dengan kebijakan Wali Kota membuka lebar sarana ibadahnya dan memfasilitasi para masyarakat yang ingin berdoa seraya menenangkan diri bersimpuh di hadapan Allah, Kota Pendekar berhasil masuk zona hijau. Kebijakan Wali Kota tidak menutup masjid saat pandemi menjadikan masyarakat muslim semakin mencintai pemimpinnya.

Masjid turut andil dalam menentramkan masyarakat. Itu mengingat kepanikan yang ditimbulkan pandemi Covid-19 mampu memperburuk keadaan. ”Sedangkan di Kota Madiun, sebanyak 95 persen masjid tetap buka dan ramai dikunjungi masyarakat. Hal itu menjadi bukti kenapa Kota Madiun masuk zona hijau, ” tegas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun Sutoyo.

Seperti diketahui, dari 38 kota atau kabupaten di Jawa Timur, Kota Madiun satu-satunya daerah yang telah berstatus zona hijau. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu.

Zona terendah penyebaran Covid-19 itu tak lepas dari kepedulian semua masyarakat serta penggunaan masjid sebagaimana mestinya. Daerah lain yang menutup masjid serta melarang salat jumat dan meniadakan salat tarawih justru tingkat penularan virus Covid-19 naik tajam sehingga masuk kategori zona merah. Sedangkan Kota Madiun memberikan kebebasan penggunaan masjid malah mendapat predikat zona hijau. ”Hal tersebut merupakan bukti bahwa masjid berperan dalam menangkal virus korona dengan cara berdoa. Hal itu juga memudahkan proses sosialisasi,’’ ungkapnya.

Peran jamaah masjid disebutnya sangat penting dalam memerangi korona. MUI mengimbau kepada pimpinan daerah lain untuk tidak menutup masjid saat pandemi. Pasar dibuka, mall dibuka, namun masjid ditutup adalah pemikiran yang terbalik. ‘’Allah tidak ridho jika masjid yang merupakan sarana berdoa malah ditutup. Hal itu sama saja meninggalkan Allah,’’ pungkasnya.

Sutoyo mengatakan, semua orang yang masuk masjid pasti sudah bersih. Pun mereka juga telah mentaati protokol kesehatan. Mereka yang ke masjid selain beribadah pasti juga berdoa. Salah satunya meminta keselamatan dari wabah Covid-19 ini. ‘’Maka dalam rangka menangkal virus korona, jangan meninggalkan Allah dengan cara menutup masjid, ’’ imbuhnya.

Senada dengan Sutoyo, Wali Kota Maidi menyampaikan bahwa masjid dan musala memang tetap buka. Hanya saja, masyarakat yang hendak beribadah harus selalu mematuhi protokol kesehatan. Yakni memakai masker, wudhu dan cuci tangan sebelum masuk masjid, serta membawa sajadah sendiri. Menurutnya kebijakan tersebut pun diapresiasi oleh masyarakat Kota Madiun. ‘’Untuk itu, masyarakat Kota Madiun yang mau salat berjamaah dan berdoa di masjid silahkan,’’ tuturnya. (fit/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close